Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra

By On Monday, July 17th, 2017 Categories : Ciri dan Karakteristik

Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra – Ulat sutra yang memiliki nama latin Bombyx mori L. adalah salah satu serangga yang dapat menghasilkan sutera.

Salah satu serangga jenis ini ternyata telah dipelihara ribuan tahun yang lalu dikarenakan kemampuannya dalam menghasilkan sutera.

Bombyx mori ini digolongkan ke dalam ordo Lepidoptera dan famili Bombycidae.

Jika dilihat sejarahnya, serangga ini pada waktu muda adalah seekor ulat pemakan daun Murbei yang telah mengalami domestikasi selama kurang lebih ribuan tahun.

Baca Juga :

Jenis Pakan Ulat Sutera

Cara Ternak dan Budidaya Ulat Sutera untuk Pemula

Manfaat dan Khasiat Ulat Sutra

Maka dari itu pada saat masa adaptasinya, ngengat (ulat muda) tak sanggup lagi dalam mempertahankan hidupnya di alam bebas, tanpa campur tangan dari manusia.

Nah, adaptasi yang dialami ulat sutera tersebut telah menyebabkan hilangnya kemampuan terbang si ngengat tersebut.

Ngengat atau ulat muda yang masih hidup liar dialam ternyata memiliki warna tubuh yang berwarna coklat gelap dengan garis melintang, sedangkan ngengat yang sudah mengalami adaptasi melalui pemeliharaan manusia mempunyai warna tubuh yang menjadi lebih terang.

Selain ulat sutera (B. mori), jenis serangga lain yang mampu menghasilkan sutera adalah Antheraea pernyii yang hidup di negara Cina, Antheraea paphia yang berada di negara India, serta Antheraea yamami yang berada di negara Jepang.

Nah, ketiga jenis serangga yang disebutkan tersebut ternyata termasuk ordo Lepidoptera, famili Saturniidae seperti halnya Attacus atlas L. yang banyak ditemukan di negara Indonesia.

Meskipun begitu, ternyata produksi sutera dari ketiga jenis serangga tersebut yang masing-masing terdapat di negara India, Cina dan Jepang serta serangga Kupu Gajah yang berada di Indonesia tersebut ternyata kurang penting jika dibandingkan dengan sutera yang dihasilkan oleh serangga ulat sutera atau Bombyx mori L. ini.

Ukuran daripda kupu-kupu yang berasal dari ulat sutera (Bombyx mori L.) ternyata tidak berbeda jauh dengan ukuran kupu-kupu pada umumnya.

Sayap yang dimilikinya melebar dengan ukuran kurang lebih 4 cm (jarak dari ujung ke ujung). Sayapnya memiliki warna putih kelabu dan putih kecoklat-coklatan.

Selama hidupnya kupu-kupu sutera ternyata berbeda dengan kupu-kupu lain. Mereka tidak makan walaupun ada yang sampai berusia 2 minggu.

Berdasarkan ras, ternyata jenis ulat sutera (Bombyx mori L.) dibagi ke dalam 4 jenis ras, yaitu :

1. Ulat Sutera ras Jepang

Ulat sutera ras Jepang ini ternyata bertelur banyak dengan siklus hidup yang panjang. Bentuk badannya kecil, serta kokonnya berwarna kuning atau hijau dan berlekuk di tengahnya.

2. Ulat Sutera ras Cina

Ulat dari ras Cina ini ternyata peka terhadap kelembaban yang tinggi. Kokon yang dimilikinya ternyata berbentuk jorong berwarna putih, merah jambu, kehijauan dan kuning emas. Serat sutera yang dihasilkannya halus dan sangat mudah dipintal.

3. Ulat Sutera ras Eropa

Ulat dan telur daripada jenis ras ini berukuran besar dengan siklus hidup yang panjang. Kokon yang dimilikinya juga berukuran besar dengan sedikit lekuk yang berada di tengahnya. Warna kokon nya yaitu putih atau kemerahan dengan serat suteranya yang panjang.

4. Ulat Sutera ras Tropis

Ulat sutera ras Tropis seperti namanya, hidup di daerah Tropis serta tahan terhadap suhu panas dan memiliki ukuran kokon yang kecil.

Berikut merupakan ciri-ciri ulat sutera ras Jepang antara lain :

  • Umur produksi yang relatif lebih panjang jika dibandingkan ras Cina
  • Lebih lemah, sehingga ulat sutera ini lebih rentan terhadap serangan penyakit
  • Bentuk kokon yang dimilikinya seperti kacang tanah

Ciri-ciri ulat sutera ras Cina antara lain :

  • Umur produksinya yang relative lebih pendek
  • Bentuk kokonnya bulat
  • Daya tahan mereka terhadap penyakit lebih baik
Ciri dan Karakteristik Ulat Sutra | ilmuhewan | 4.5