Ciri dan Karakteristik Udang Windu

By On Tuesday, July 18th, 2017 Categories : Ciri dan Karakteristik

Sifat Biologi Paneus monodon fabricus (Udang Windu)

Didalam dunia internasional, udang windu sendiri ternyata dikenal dengan nama tiger shrimp, tiger prawn, atau black tiger. Berikut merupakan klasifikasi dari udang windu dibawah ini :

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Arthropoda
  • Kelas : Malacostraca
  • Ordo : Decapoda
  • Famili : Panaeidae
  • Genus : Panaeus
  • Spesies : Panaeus monodon Fabricus

Udang windu (dengan nama latin Panaeus monodon Fab.) mempunyai sifat dan ciri-cri khas yang dapat membedakannya dengan jenis-jenis udang yang lainnya.

Baca Juga :

Cara Ternak dan Budidaya Udang Lobster

Jenis-Jenis Udang Yang Bisa Dibudidayakan

Cara Budidaya Udang Air Tawar di Aquarium

Jenis dan Daftar Harga Udang Terbaru

Cara Mudah dalam Budidaya Lobster Air Tawar

Udang windu ini sendiri bersifat Euryhaline, yang artinya udang windu secara alami mampu hidup di perairan yang berkadar garam dengan rentang yang luas yaitu sekitar 5 – 45%.

Perairan dengan kadar garam ideal bagi pertumbuhan si udang windu yaitu 19 – 35%. Tidak hanya itu saja, sifat lain si udang windu yang juga menguntungkan yaitu kemampuannya untuk bertahan terhadap perubahan suhu yang disebut sebagai eurythemal.

Udang sendiri adalah suatu organisme yang aktif mencari makan di waktu malam hari (nokturnal). Untuk jenis makanannya sendiri sangat bervariasi, tergantung pada tingkatan umur si udang. Pada saat masih menjadi benih, makanan utamanya adalah plankton (fitoplankton dan zooplankton).

Udang yang sudah bertumbuh menjadi udang dewasa ternyata menyukai daging molusca atau binatang lunak (siput, tiram, kerang), cacing atau annelida yaitu cacing Crustacea dan Polychaeta. Pada saat melakukan budidaya, udang  mampu mendapatkan makanan alami yang tumbuh di sekitar tambak yaitu lumut, klekap, lumut, benthos dan plankton.

Udang ternyata mampu bersifat kanibal apabila ia mengalami kekurangan makanan. Jika keadaan lingkungan sekitar tambak cukup baik, udang akan sangat jarang sekali menampakkan diri disaat siang hari.

Apabila udang tampak aktif bergerak pada saat siang hari, hal ini dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai.

Ketidakesuaian tersebut dapat disebabkan karena jumlah makanan yang kurang, suhu yang meningkat, kadar garam meningkat, kadar oksigen menurun atau bisa juga karena timbulnya senyawa beracun.

Secara alami, daur hidup daripada udang windu ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama yang berada ditengah laut dan tahap kedua berada di perairan muara sungai.

Udang windu ini mampu tumbuh menjadi dewasa dan dapat memijah ditengah laut. Telur udang yang dihasilkan lalu disimpan pada bagian punggung daripada abdomen si udang betina.

Jika telur itu telah matang serta siap untuk dibuahi, maka kemudian akan dikeluarkan melalui saluran telur (oviduk) yang ada pada bagian pangkal dari pasangan kaki jalan ketiga.

Saat telur dikeluarkan, spermatofor dipecahkan secara bersamaan oleh induk betina sehingga terjadi pembuahan. Telur yang telah dibuahi tersebut akan menetas dalam kurun waktu 12 hingga 15 jam dan kemudian akan berkembang menjadi larva.

Morfologi Udang Windu

  • Tubuh Udang windu (Panaeus monodon Fab.) ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
  • Bagian kepala yang menyatu dengan bagian dada disebut cephalothorax
  • Bagian perut yang memiliki ekor pada bagian belakangnya
  • Seluruh bagian badan dan anggota-anggotanya terdiri dari ruas-ruas. Kepala dada (cephalothorax) terdiri dari 13 ruas, yakni kepala dengan 5 ruas dan dadanya 8 ruas. Sedangkan, bagian perut terdiri atas 6 ruas dan 1 telson.
  • Hampir semua tubuh tertutup oleh kerangka luar yang disebut eksoskeleton yang terbuat dari zat kitin.
Loading...
Ciri dan Karakteristik Udang Windu | ilmuhewan | 4.5