Ciri dan Karakteristik Tokek

By On Tuesday, July 18th, 2017 Categories : Ciri dan Karakteristik

Ciri dan Karakteristik Tokek – Hewan Tokek dalam istilah Internasional dikenal sebagai Tokay Gecko atau Gekko Gecko.

Sementara, di Indonesia sendiri tokek dikenal di beberapa daerah dengan berbagai macam sebutan misalnya Tokok (bahasa Sunda), Tekek atau Tokek (bahasa Jawa).

Hewan Tokek ini ternyata dapat ditemukan dari timur laut India hingga sampai ke kepulauan Indo-Australia.

  1. Habitat Tokek

Habitat daripada hewan tokek sendiri yaitu mereka hidup di tebing dan pohon, di hutan hujan dan juga sebagai hewan peliharaan manusia.

Baca Juga :

Cara Budidaya dan Ternak Tokek untuk Pemula

Fakta Unik dan Aneh Tokek Yang Wajib Anda Ketahui

Daftar Tokek Terbesar di Dunia

Jenis-Jenis Tokek yang Paling Banyak Dicari

  1. Ciri-Ciri Fisik Tokek

Hewan Tokek merupakan salah satu jenis Gekko (sejenis cicak) terbesar yang hidup sampai dengan hari ini, dan memiliki panjang sekitar 35 cm.

  • Badan daripada tokek ini adalah silinder, dan agak gepeng jika dilihat dari sisi atas.
  • Tokek ini memiliki kepala besar dari leher, serta mereka memiliki mata besar yang cukup menonjol.
  • Kelopak mata daripada si tokek ini menyatu dan transparan.
  • Tokek juga mempunyai sisa-sisa mata ketiga yang berada di atas kepala mereka, dan diyakini berguna untuk mengkoordinasikan aktivitas mereka dengan kondisi cahaya.
  • Telinga tokek sebagai suatu lubang-lubang kecil yang berada di kedua sisi kepala tokek.
  • Tokek juga mempunyai jangkauan pendengaran sekitar 300 hertz – 10.000 hertz.
  • Mempunyai kulit lembut dan granular yang terasa jika disentuh.
  • Warna-warni tokek sangat penting untuk pola hidupnya, dan biasanya kulit si tokek ini berwarna abu-abu dengan beberapa merah kecoklatan serta memiliki bintik-bintik merah terang, akan tetapi punya kemampuan untuk menerangkan atau menggelapkan warna kulitnya.
  • Ada perbedaan yang cukup jelas antara tokek jantan dan betina. Tokek jantan lebih berwarna cerah daripada betina pada umumnya, serta tokek jantan sedikit lebih besar dari tokek betina.
  • Dalam rangka untuk menarik pasangan, si tokek jantan akan bersuara yang dapat didengar di wilayah yang luas dengan suara “to-kay” yang akan diulang beberapa kali.
  • Dalam status penangkaran, rata-rata lama hidup tokek ini sendiri dapat sampai umur 10,5 tahun.
  • Tokek merupakan makhluk soliter. Yang artinya, tokek hanya menghadapi lawan jenis selama musim kawin. Tokek akan berusaha agar dapat mempertahankan wilayah mereka serta berusaha untuk melawan penyusup dari spesies yang sama dan spesies beda jenis lainnya.
  • Memiliki hidung yang digunakan untuk bernafas dan mendeteksi aroma.
  • Lidah tokek sendiri berguna untuk membawa partikel bau ke lubang di langit-langit mulutnya. Tokek sendiri mempunyai lipatan kulit yang berguna untuk mencegah hewan lain melihatnya sambil beristirahat di pohon. Tokek akan membuka kulit yang terlipat sepenuhnya dan hal tersebut dapat memungkinkan mereka agar dapat berbaur dengan lapisan batang pohon.
  • Kemampuan tokek untuk dapat membuang ekornya yang berguna sebagai pertahanan dan regenerasi yang baru. Lalu, bagian ekor yang telah terbuang tersebut akan terus bergerak keras selama beberapa menit hingga akhirnya melambat dan berhenti sehingga memberikan tokek waktu agar dapat melarikan diri. Ekor tokek sendiri memiliki beberapa bagian di dalamnya, yang di mana tokek tersebut dapat memutuskan ekornya pada waktu tertentu. Ternyata, diperlukan waktu kurang lebih sekitar tiga minggu untuk tokek tersebut agar dapat benar-benar menumbuhkan ekor baru walaupun biasanya tidak sama persis dengan ekor aslinya.
  • Suara panggilan hewan tokek ini digunakan sebagai alat komunikasi, untuk menemukan anggota lawan jenis selama musim kawin, serta sebagai alat pertahanan. Tokek sendiri akan memancarkan suara mendesis atau parau pada saat diserang. Tokek merupakan makhluk nokturnal.
Loading...
Ciri dan Karakteristik Tokek | ilmuhewan | 4.5