Ciri dan Cara Penanganan Flu burung Pada Ternak

By On Monday, March 26th, 2018 Categories : Penyakit Hewan

Ciri dan Cara Penanganan Flu burung Pada Ternak – Virus H2N1 adalah penyebab penyakit flu burung yang dapat membunuh dalam waktu cepat atau singkat, baik pada ternak maupun manusia. Mereka akan menyebar melalui udara, kontak fisik maupun melalui makanan dan minuman.

Ciri ketika ternak terserang flu burung :

  1. Serangan flu burung memiliki gejala klinik yang bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis virus penginfeksi, jenis dan umur unggas, penyakit yang sedang menyerang ternak pada saat bersamaan hingga lingkungan para ternak hidup.
  2. Flu burung akan menyerang ternak secara tiba – tiba bahkan mati secara mendadak. Kadang ternak yang terserang akan menunjukkan gejala tidak nafsu makan, suhu badan tinggi, bulu rontok dan terlihat sedikit depresi.
  3. Ternak yang terserang juga akan mengalami kondisi lemah dan jalan sempoyongan. Mereka akan lebih sering duduk ataupun berdiri dengan kondisi setengah mengantuk atau tidur yang kepalanya menyentuh tanah.
  4. Ternak berusia muda akan memiliki tanda sakit pada syarafnya.
  5. Akan menghasilkan telur dengan cangkang tipis dan berhenti bertelur untuk unggas betina yang sudah mulai bertelur.
  6. Mereka akan memiliki pial dan jengger dengan warna merah kehitaman hingga biru, bengkak dan muncul pendarahan kental pada ujungnya.
  7. Mereka akan mengalami haus luar biasa di sertai diare sesering mungkin.
  8. Mereka sulit bernafas tapi cepat.
  9. Pada bagian kulit yang tidak di tumbuhi oleh bulu akan terjadi pendarahan terutama pada bagian tulang kering di kaki.
  10. Laju kematiannya antara 50 – 100 %.
  11. Ketika menyerang ayam kalkun, gejala penyakit mirip dengan ayam petelur yang berlangsung selama 2 – 3 hari lebih lama, bahkan terkadang rongga hidung dan kelopak mata bengkak.
  12. Ketika menyerang itik ataupun angsa, depresi, diare dan sedikit makan menjadi tandanya dan sangat mirip dengan serangan pada ayam petelur.
  13. Para itik yang terserang akan mengeluarkan kotoran mengandung virus namun tidak menunjukkan tanda luka.

Ciri yang ditimbulkan oleh penyakit flu burung pada organ penderita :

  1. Para ternak yang mati secara cepat ketika terserang flu burung, mereka akan memiliki sedikit luka terlihat, seperti dehidrasi dan penyumbatan pada organ serta otot.
  2. Para ternak yang mati tidak secara cepat karena serangan flu burung, mereka akan mengalami pendarahan pada seluruh tubuhnya mulai tenggorokan, trakea hingga sekitar hati.
  3. Di bawa kulit keluar cairan sangat banyak terutama pada bagian lutut kaki dan kepala.
  4. Terjadi dehidrasi pada Karkas.
  5. Muncul bintil kuning atau abu – abu pada limpa, ginjal, hati dan paru – paru ternak.
  6. Terdapat cairan kental pada kantong udara ternak.
  7. Pada bagian limpa ternak yang terserang flu burung warnanya akan menjadi gelap, terdapat pendarahan dan bengkak.

Tindakan terhadap serangan flu burung :

  1. Musnahkan secara langsung ternak yang sudah terinfeksi oleh flu burung beradius 3 km.
  2. Lakukan vaksinasi pada ternak sehat yang berarti belum terserang oleh virus flu burung.
  3. Lakukan pengawasan secara ketat pada ternak yang terinfeksi dan peningkatan pengamanan atau biosekuriti.
  4. Lakukan pengawasan, pengendalian lalu lintas keluar masuk ternak dan produknya.
  5. Lakukan pengawasan terhadap kasus flu burung dengan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat melalui sosialisasi.

Perlu dikatuhui juga bahwa virus flu burung ini dapat bertahan hidup pada suhu dingin dan akan mati pada suhu tinggi.

Baca Juga : Tanda Atau Gejala Burung Sedang Sakit dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Loading...
Loading...
Ciri dan Cara Penanganan Flu burung Pada Ternak | ilmuhewan | 4.5