Cara Ternak Semut Angkrang yang Menghasilkan

By On Friday, May 20th, 2016 Categories : Ternak Hewan

Cara Ternak Semut Angkrang yang Menghasilkan – Semut angkrang dikenal sebagai penghasil kroto. Kroto ini adalah telur dari semut angkrang yang populer sebagai pakan burung peliharaan.

Prospek bisnisnya bagus karena bisnis hewan peliharaan yang membutuhkan pangan kroto cukup banyak digemari. Berikut adalah beberapa cara untuk membudidayakan semut angkrang agar menghasilkan kroto yang baik.

Media Ternak Semut Angkrang

Media ternak semut angkrang dapat bermacam-macam seperti pipa pralon, kardus,toples, besek, galon ataupun akuarium khusus.

arwana

Asalkan media tersebut dapat digunakan semut angrang untuk membentuk koloni dan dapat menjaga kelembaban maka apapun itu dapat digunakan.

Maka dari itu tidak ada patokan pasti mengenai media ternak ini dan setiap peternak semut angkrang berbeda-beda dalam memilih jenis media ternak.

Baca Juga : Panduan Singkat Cara Budidaya Kroto

Hanya saja dalam membuat kandang semut angkrang, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, media ternak yang digunakan haruslah dapat melindungi semut angkrang dari cahaya dan angin. Selain itu juga dapat menjaga kelembaban yang dibutuhkan oleh semut angkrang.

Mayoritas media ternak atau kandang untuk budidaya kurang menjaga semut angkrang dari terpaan angin dan sinar matahari.

Juga untuk peternak pemula yang sebaiknya mengetahui hal ini karena sering didapati kandang semut angkrang yang terlalu besar. Alhhasil semut angkrang menjadi lambat pertumbuhanya.

Perawatan

Untuk makanan semut angkrang umumnya menggunakan ulat hongkong, tulang-tulang, baik tulang ikan maupun tulang lain yang masih ada sisa dagingnya, dan juga cicak.

Ulat hongkong adalah yang paling umum karena cukup mudah mendapatkanya di toko makanan ternak dan juga kandunga proteinya yang tinggi.

Untuk Bibit semut angkrang 15 toples, biasanya dapat menghabiskan ½ ons ulat hongkong. Perhitunganya, dengan  modal 2000 rupiah saja bisa menyungkupi kebutuhan makanan semut angkrang hingga satu minggu atau 7 hari.

Hindari memberi makanan semut angkrang dengan makanan yang berminyak karena bisa menyebabkan semut stres dan akhirnya bisa mengakibatkan kematian.

Terutama jika semut sudah mulai bertelur, jangan sampai telat dalam memberi makanan semut angkrang. Hal ini karena umunya ketika semut bertelur ia membutuhkan banyak makanan. Jika tidak ada makanan maka semut akan memakan telurnya sendiri.

Semut rang-rang mengosumsi air gula sebanyak 80% dan 20%-nya adalah Protein. Untuk bibit 15 toples sekiranya perlu kita siapkan 200 ml air putih dan 1 sendok gula.

Hal ini biasanya bisa bertahan hingga 3 sampai 4 hari. Yang perlu diingat, semut hanya akan mengosumsi air manis, dan ketika masa bertelur kebutuhanya akan semakin besar.

Tanpa ratu semut angkrang, semut dapat memunculkan calon ratu baru. Seperti logika dalam kehidupan manusia. Jika ada suatu kumpulan penduduk atau sekelompok orang kehilangan pemimpin maka akan tercipta pemimpin baru pada kumpulan tersebut.

Panen

Disarankan panen semut angkrang atau kroto, dilakukan setelah media tanam bibit semut bertambah banyak terlebih dahulu.

Akan tetapi jika inging mencoba terlebih dahulu, lakukanlah pemanenan 1 sampai 2 toples terlabih dahulu untuk melihat hasilnya.

Bila dirasa sudah cukup banyak, maka panen sebaiknya dilakukan dengan perbandingan 50:50. Sebagai contoh, jika sudah ada 10 toples Bibit Kroto yang siap panen, hendaknya jangan dipanen semua.

Sisakan 5 toples bibit semut angkrang untuk digunakan sebagai bibit regenarasi pembudidayaan berikutnya. Akibat jika dilakukan panen total, maka bisa terjadi kepunahan bibit semut, sehingga tidak ada regenerasi semut dan berujung pada kegagalan ternak semut angkrang.

Baca Juga : Penjelasan dan Mengenal Lebih Jauh Semut Rangrang Penghasil Kroto

Cara Ternak Semut Angkrang yang Menghasilkan | ilmuhewan | 4.5