Cara Ternak dan Budidaya Ulat Sutera untuk Pemula

By On Thursday, June 22nd, 2017 Categories : Ternak Hewan

Cara Ternak dan Budidaya Ulat Sutera – Budidaya terhadap ulat sutera ternyata masih sangat jarang dilakukan.

Hal tersebut dikarenakan proses budidayanya yang cukup rumit, akan tetapi sebenarnya dengan jarangnya orang yang melakukan budidaya ulat sutera ini, maka akan lebih besar peluang usaha untuk budidaya ulat ini jika serius digeluti.

Ternyata, beternak dan budidaya ulat sutera ini sangatlah berpotensi tinggi, dikarenakan industri tenun yang ada di Indonesia masih sangat bergantung dengan penggunaan benang sutera yang berasal dari China.

Baca Juga : Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula

Nah, berikut merupakan cara ternak dan budidaya ulat sutera :

Persiapan Pemeliharaan Ulat Sutera

Sebelum melakukan pemeliharaan hewan ulat sutra ini, sebaiknya kalian perlu melakukan persiapan yang berupa penyediaan pakan si ulat sutera, ruangan untuk memeliharanya, peralatan untuk pemeliharaan dan juga pemesanan telur atau bibit ulat sutera.

  • Penyediaan Daun Murbei untuk Pakan

Daun murbei ini merupakan pakan untuk ulat sutera kecil berumur  pangkas 1 bulan, sedangkan bagi si ulat sutera dewasa berumur pangkas 2-3 bulan.

Tanaman murbei ini bisa dipanen setelah berumur 9 bulan setelah dilakukannya penanaman. Didalam masa pemeliharaannya, 1 box yang berisi ulat sutera membutuhkan pakan daun murbei dengan cabang sekitar 1000-1200 kg atau 400-500 kg daun murbei tanpa cabang.

  • Ruangan dan Peralatan untuk Pemeliharaan Ulat Sutera

Ruangan untuk memelihara ulat sutra ini harus mempunyai ventilasi udara serta jumlah jendela yang cukup. Tempat untuk pemeliharaan ulat dewasa harus  dipisahkan dari tempat pemeliharaan ulat kecil.

Ulat kecil sendiri dipelihara didalam tempat khusus atau unit pemeliharaan khusus ulat kecil.

Sementara, beberapa peralatan untuk budidaya ulat sutera yang harus kalian sediakan yaitu kotak/rak pemeliharaan, kapur tembok,  kaporit/papsol, jaring ulat, tempat pakan/tempat daun, ayakan, kertas minyak/parafin, pisau, ember/baskom, gunting stek, kertas alas, kain penutup daun, lap tangan dan lain-lain.

Budidaya Ulat Sutera

  1. Pemeliharaan Ulat Sutera Kecil

Pada saat melakukan pemeliharaan ulat kecil, kalian perlu mendahuluinya dengan kegiatan Hakikate, yang merupakan salah satu kegiatan penanganan ulat yang baru menetas disertai dengan pemberian pakan paling pertama.

  • Ulat sutera yang baru menetas perlu dilakukan desinfeksi dengan menggunakan bubuk campuran kaporit + kapur dengan perbandingan 5: 95
  • Berilah daun murbei muda yang sudah dipotong kecil-kecil
  • Selanjutnya, ulat dipindahkan ke sasag dan ditutup menggunakan parafin atau kertas minyak.
  • Lakukan pemberian pakan tersebut sebanyak 3 kali sehari.
  1. Pemeliharaan Ulat Sutera Besar

Perlakuan terhadap ulat sutera besar tentunya pasti berbeda dengan perlakuan terhadap ulat sutera kecil. Ulat sutera besar sendiri membutuhkan kondisi ruangan yang sejuk diikuti dengan suhu sekitar 24-26°C serta kelembapan 70-75%.

Nah, berikut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pemeliharaan ulat sutera besar yaitu :

  • Ulat sutera besar membutuhkan ruangan/tempat pemeliharaan yang lebih luas.
  • Daun pakan yang disiapkan bagi si ulat sutera besar, lalu disimpan di tempat yang bersih serta sejuk dan ditutup dengan kain basah.
  • Daun murbei yang diberikan bagi si ulat sutra besar tidak dipotong-potong utuh dengan cabang, serta penempatan pakan tersebut diselang-selingi antara bagian ujung serta pangkalnya.
  • Pemberian pakan pada ulat sutera besar dilakukan 3 hingga 4 kali sehari
  • Pemberian pakan saat sebelum si ulat tidur dikurangi/dihentikan, serta pada saat ulat tidur ditaburi kapur.
  • Desinfeksi tubuh terhadap ulat sutra besar ini dilakukan setiap pagi sebelum pemberian pakan menggunakan campuran kapur dan kaporit (90:10) yang ditaburi
  • Pembersihan terhadap tempat pemeliharaan ulat sutra besar dilakukan minimal sebanyak 3 kali (pada hari ke 2 dan ke 3 serta menjelang tidur)
  1. Mengokonkan Ulat Sutera

Dihari ke-6 atau ke-7, ulat sutera akan mulai mengokon. Nah, tanda-tanda ulat sutera yang nantinya akan mengokon yaitu :

  • Nafsu makannya akan berkurang atau berhenti makan sama sekali
  • Tubuh daripada ulat sutera tersebut berubah menjadi bening kekuning-kuningan atau transparan
  • Ulat sutra akan cenderung berjalan ke areal pinggir
  • Serat sutera tersebut akan dari mulut ulat.
  1. Pemanenan dan Penanganan Kokon

Pemanenan terhadap kokon akan dilakukan pada hari ke-5 atau ke-6 terhitung sejak ulat sutera mulai membuat kokon. Sebelum dilakukan pemanenan, ulat yang tidak mengokon atau yang mati diambil, kemudian dibuang atau dibakar. Penanganan kokon selanjutnya yaitu :

  1. Pembersihan kokon (dengan cara menghilangkan kotoran serta serat-serat yang ada pada lapisan luar kokon)
  2. Seleksi kokon (dilakukan pemisahan antara kokon baik dan kokon jelek)
  3. Pengeringan kokon (adanya suatu penanganan terhadap kokon agar dapat mematikan pupa serta untuk mengurangi kadar air agar bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu)
  4. Penyimpanan kokon (dilakukan jika kokon tidak langsung dipintal/dijual/sedang menunggu proses pemintalan)

Baca Juga : Manfaat dan Kandungan Ulat Hongkong

Loading...
Loading...
Cara Ternak dan Budidaya Ulat Sutera untuk Pemula | ilmuhewan | 4.5