Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula

By On Wednesday, June 14th, 2017 Categories : Ternak Hewan

Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong  – Di dunia ini banyak sekali jenis ulat yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh manusia, seperti salah satunya ulat sutera.

Itulah mengapa ulat juga menjadi binatang yang seringkali dibudidayakan, sama seperti hewan-hewan konsumsi yang lain. Salah satu jenis ulat yang juga banyak diternak di Indonesia adalah ulat hongkong.

Ulat ini banyak dibudidayakan karena pasarannya yang lumayan, khususnya jika digunakan untuk pakan burung.

Baca Juga : Manfaat dan Kandungan Ulat Hongkong

Jika Anda tertarik untuk mulai berternak ulat hongkong, berikut ini ada beberapa cara pemeliharaan ulat hongkong bagi pemula yang bisa dipraktikkan.

  1. Memilih induk

Hal pertama yang harus dilakukan oleh peternak ulat hongkong adalah memilih indukan. Sama seperti memelihara hewan yang lain, indukan ulat hongkong juga harus memiliki kualitas yang baik agar bisa membuahkan ulat hongkong yang juga memiliki kualitas baik.

Jumlah ulat hongkong yang akan digunakan sebagai indukan sendiri usahakan tidak lebih dari 2 kg. Hal ini bertujuan agar ulat hongkong tersebut bisa menjadi kepompong dalam ukuran yang besar-besar.

Biasanya, indukan yang baik memiliki panjang sekitar 15 mm dan lebar rata-rata 4 mm. Untuk pakan ulat induk sendiri Anda bisa memberi dedak, pur, atau ampas tahu sebanyak setengah kilogram untuk kurun waktu sekitar 4 hari sekali.

  1. Pemisahan kepompong

Indukan ulat hongkong tersebut akan berubah menjadi kepompong seminggu kemudian. Dan jika sudah menjadi kepompong, Anda harus memisahkannya ke tempat lain yang sudah dilapisi dengan koran.

Pemindahan tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kepompong tersebut akan sangat mudah rusak dan mati. Oleh sebab itu, setelah dipindahkan dengan benar, Anda juga harus memastikan bahwa kepompong tersebut tidak ada yang bertumpuk dan sudah tersebar merata.

Setelahnya, jangan lupa untuk menutup kembali tempat tersebut dengan koran yang rapat.

  1. Menyiapkan tempat untuk kumbang

Dalam waktu kurang lebih 10 hari sejak pertama kali menjadi kepompong, kepompong-kepompong yang sudah dipisahkan tersebut akan berubah menjadi kumbang.

Anda harus menyiapkan tempat atau kotak yang baru untuk tempat kumbang bertelur. Tempat tersebut sendiri harus sudah dilapisi oleh kapas di bagian bawahnya, agar telur-telur yang nantinya dikeluarkan oleh kumbang tidak akan rusak.

Pemisahan kumbang ke tempat barunya sendiri dilakukan setelah sayap kumbang berwarna hitam.

Anda harus secara rutin memisahkan kapas yang sudah ada telurnya dari kumbang dan menggantinya dengan kapas yang baru lagi.

Pakan yang diberikan pada kumbang juga sama, yaitu ampas tahu, dedak atau pur, hanya saja jumlah yang harus diberikan perlu dikurangi menjadi 100 gr setiap tiga hari sekali.

  1. Penetasan telur

Dalam kurun waktu 10 hari, biasanya telur-telur kumbang tersebut akan menetas menjadi ulat. Namun, Anda tidak bisa langsung mengambilnya karena ukuran ulat yang masih sangat kecil. Waktu yang paling pas untuk mengambil ulat adalah saat usia ulat hongkong tersebut sudah mencapai 30 hari.

Di usia tersebut, Anda sudah bisa memisahkan ulat-ulat yang ada di kapas ke tempat yang berbeda untuk langsung dipasarkan. Saat menjadi ulat, Anda harus tetap memberi pakan, namun kali ini pakan yang diberikan sudah bisa berupa sayuran seperti sawi, atau capcay.

Demikianlah cara mengembangbiakkan ulat hongkong bagi pemula. Jangan lupa untuk mempersiapkan tempat terlebih dahulu sebelum memulai perkembangbiakkan tersebut karena pada dasarnya tempat adalah faktor terpenting dalam budidaya ulat hongkong ini.

Baca Juga : Cara dan Panduan Mudah Dalam Budidaya Ulat Jerman

Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula | ilmuhewan | 4.5