Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Menyerang Burung Puyuh

By On Wednesday, April 26th, 2017 Categories : Penyakit Hewan

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Burung Puyuh – Burung Puyuh merupakan salah satu jenis burung yang termasuk kedalam family Phasianidae dan berukuran kecil namun bertubuh gemuk.

Burung Puyuh bersarang di permukaan tanah dan memiliki kemampuan lari dan terbang dengan kecapatan tinggi namun dengan jarak tembuh yang pendek.

Burung puyuh biasanya memakan biji-bijian namun beberapa juga memakan seranga dan hewan berukuran kecil lainnya.

Bagi beberapa orang, burung puyuh dijadikan makanan dengan berbagai olahan karena rasa burung puyuh yang gurih dan tulangnya mudah dikunyah.

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Alternatif Puyuh Petelur

Selain itu, telur burung puyuh sangat familiar bagi orang Indonesia untuk dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai masakan.

Telur dan daging Burung Puyuh memiliki nilai gizi, lemak dan protein yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia.

Tidak sedikit juga orang yang tertarik untuk membudidayakan Burung Puyuh khususnya di Indonesia karena Burung Puyuh memiliki banyak manfaat penting dalam kehidupan manusia baik daging burung puyuh itu sendiri maupun telur burung puyuh.

Bagi pembudidaya Burung Puyuh, hama dan penyakit burung puyuh merupakan masalah penting yang harus dihadapi karena apabila Burung Puyuh terkena hama dan penyakit, akan mempengaruhi produksi burung puyuh tersebut terutama produksi telur puyuh dan kualitas daging burung puyuh akan jele bahkan jika penyakit tidak segera ditangani, burung puyuh akan mati.

Untuk sekedar informasi, ada beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang Burung Puyuh dan cara pengendalian penyakit tersebut yaitu sebagai berikut ini :

Radang Usus

Radang Usus yang menyerang Burung Puyuh disebabkan oleh bakteri anerobik yang menyerang usus Burung Puyuh yang memberntuk spora.

Gejala yang dapat dilihat apabila Burung Puyuh terserang penyakit radang usus adalah nafsu makan Burung Puyuh menurun, Burung Puyuh tampak kurang aktif dan lesu serta kotoran Burung Puyuh berair.

Apabila Burung Puyuh menunjukan gejala-gejala seperti diatas, maka yang perlu anda lakukan adalah melakukan sanitasi kandang, membersihkan kandang bila perlu setiap hari, tidak perlu menunggu sampai kandang kotor dan apabila ada Burung Puyuh yang sakit segera pisahkan dengan burung puyuh yang lain hingga burung puyuh yang sakit tersebut sembuh.

Berak Darah

Berak Darah pada Burung Puyuh disebabkan oleh protozoa Eimeria sp dan gejala yang ditunjukan oleh Burung Puyuh apabila mengalami penyakit berak darah adalah kotoran berdarah dan nafsu makan Burung Puyuh menurun.

Yang dapat anda lakukan apabila Burung Puyuh menunjukan gejala seperti diatas adalah pemberian Noxal, Trisula Zuco, Sulfuaqui moxaline, amprolium dan cxaldayoco melalui air minum atau langsung ke mulut Burung Puyuh.

Tetelo

Tetelo adalah penyakit yang menyerang Burung Puyuh yang disebabkan oleh virus NDV dimana gejalanya adalah Burung Puyuh mengalami flu atau hidung berlendir dan kondisi badan Burung Puyuh yang lemah serta lesu.

Pengendalian yang dapat dilakukan apabila Burung Puyuh terserang Tetelo adalah melakukan vaksinasi terhadap Burung Puyuh yang sebaiknya di konsultasikan dengan dokter hewan atau orang yang ahli untuk itu.

Cacingan

Cacingan pada Burung Puyuh disebabkan oleh kandang Burung Puyuh yang tidak bersih. Gejala apabila Burung Puyuh cacingan adalah Asupan makan Burung Puyuh tidak kurang namun badan burung puyuh semakin kurus seperti tidak makan, tubuh Burung Puyuh lemah dan lesu. Pengendalaian yang dapat dilakukan adalah sanitasi kandang dan pemberian antibiotic.

Aspergillosis

Aspergillosis disebabkan oleh cendawan Aspergillus fumigatus dengan gejala gangguan pernafasan, nafsu makan berkurang dan bulu Burung Puyuh terlihat kusam.

Apabila Burung Puyuh mengalami gejala-gejala ini segeralah melakukan sanitasi dan menjaga kebersihan kandang Burung Puyuh

Cacar Unggas

Cacar Unggas disebabkan oleh virus familia poxviridae dan genus Avipoxvirus dengan gejala papula kecil berwarna kelabu, penyumbatan pada hidung karena hidung belendir serta radang dan keropeng.

Pengendalian yang perlu dilakukan ada;ah penggunaan vaksin dipteria sesuai dengan dosis yang diperlukan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan atau orang yang ahli terhadap itu.

Berak Kapur

Berak Kapur disebabkan oleh Bakteri Sallmonela Pullarum dengan gejala kotorang berwarna putih, sayap mengantung , nafsu makan berkurang drastic dan bulu Burung Puyuh terlihat kusam, Apabila Burung Puyuh terlihat gejala-gejala seperti diatas adalah penyuntikan antibiotic sesuai dengan dosis yang diperlukan.

Quail Bronchitis

Quil Bronchitis disebabkan oleh virus adenovirus dengan gejala Burung Puyuh kesulitan bernafas, hidung berlendir dan bersin-bersin. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah sanitasi kandang, menjaga kebersihan kandnag, serta vaksinasi yang teratur.

Baca Juga : Cara Ternak Burung Puyuh Untuk Pemula

Loading...
Loading...
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Menyerang Burung Puyuh | ilmuhewan | 4.5