Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Ikan Lele

By On Wednesday, April 27th, 2016 Categories : Penyakit Hewan

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Ikan Lele – Hama dan penyakit merupakan dua hal yang dilakukan para peternak ikan.

Pasalnya serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan ikan ternakan mati dan gagal panen. Begitu juga dengan ikan lele, berternak ikan ini tanpa memperhitungkan serangan hama dan penyakit akan malapetaka.

Serangan hama dan penyakit pada ikan lele dapat dihindari dengan memperbaiki manajemen budidaya.

qw

Namun tidak dapat dihindari terdapat faktor eksternal dan internal. Faktor ekternal ialah iklim, cuaca, serangan wabah dan sebagainya.

Baca Juga : Bagaimana Cara Budidaya Ikan Lele organik?

Sedangkan faktor internal antara lain pengaturan pakan yang tidak tepat, benih pembawa penyakit dan lain sebagainya.

Pengendalian hama ikan lele

Ada 3 jenis hama yang bersumber pada organisme lain, diantaranya ialah:

  • Hama predator: ular, musang, kucing, katak dan linsang.
  • Hama pesaing: ikan mujair.
  • Hama pengganggu: ikan belut.

Untuk menanggulangi hama dapat dilakukan dengan:

  • Memagari pinggiran kolam.
  • Menyaring jalan masuk dan keluar air.
  • Menutup kolam dengan paranet.

Pengendalian penyakit ikan lele

Penyakit pada ikan lele umumnya sama dengan penyakit pada hewan lain, diantaranya ialah:

1). Penyakit bintik putih (White Spot)

  • Ciri: bintik putih tumbuh pada permukaan kulit dan insang dan ikan menggosokkan badannya ke dasar kolam.
  • Penyebab: protozoa jenis Ichthyphirius multifillis dari kualitas air yang buruk, suhu air terlalu dingin dan kepadatan tebar ikan.
  • Pencegahan: pertahankan suhu air pada 280C dan gunakan air berkualitas baik.
  • Pengobatan: merendam ikan dalam larutan formalin 25CC/m3 + malacit green 0,15 gr/m3 selama 24 jam.

2). Penyakit gatal (Trichodiniasis)

  • Ciri: ikan lemas, warna tubuh kusam dan menggosokkan badannya ke dasar kolam.
  • Penyebab: protozoa jenis Trichodina sp, kepadatan tebar ikan dan kekurangan oksigen.
  • Pencegahan: mengatur kepadatan tebar ikan dan menjaga kualitas air.
  • Pengobatan: merendam ikan dalam larutan formalin 40 ppm selama 12-24 jam.

3). Bakteri Aeromonas hydrophobia

  • Ciri: perut ikan menggembung, pangkal sirip membengkak dan luka disekujur tubuh ikan.
  • Penyebab: penumpukan sisa makanan yang membusuk dalam kolam.
  • Pencegahan: emberian pakan yang tepat dan mempertahankan suhu air.
  • Pengobatan: pemberian antibiotik Oksitetrasiklin (OTC) pada campuran pakan sebanyak 50 mg/kg pakan selama 7-10 hari.

4). Penyakit Cotton wall disease

  • Ciri: luka lecet pada permukaan tubuh, bintik putih, gerakan renang melambat dan banyak ikan mengambang.
  • Penyebab: pembusukan sisa pakan dalam kolam dan suhu air naik.
  • Pencegahan: mengotrol pemberian pakan dan mempertahankan suhu air.
  • Pengobatan:pemberian (OTC) 50 mg/kg pakan selama 7-10 hari.

5). Serangan virus Channel catfish virus (CCV)

  • Ciri: Ikan lemas, berenang berputar-putar, sering tegak vetikal di permukaan dan pendarahan pada sirip dan perut.
  • Penyebab: fluktuasi suhu air, penurunan kualitas air dan kepadatan tebar ikan.
  • Pengobatan: meningkatkan kebersihan kolam

6). Penyakit kuning (Jaundice)

  • Penyebab: kesalahan nutrisi pakan, pemberian jeroan.

7). Pecah usus (Reputured intrtine syndrom)

  • Penyebab: pemberian pakan yang berlebihan.
  • Pencegahan: pengaturan pemberian pakan 3-6% dari bobot tubuh.

8). Kekurangan vitamin

  • Penyebab: kekurangan vitamin C.
  • Pengobatan: berikan vitamin mix dengan dosis 1 gr/Kg pakan lele selama 5-7 hari.

9). Penyakit keracunan

  • Penyebab: faktor lingkungan yang tercemar pestisida.
  • Pencegahan: penggantian air kolam minimal sebanyak 20% setiap 2 kali sehari.

Baca Juga : Cara Praktis Pembenihan Ikan Lele

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Ikan Lele | ilmuhewan | 4.5