Cara Pemeriksaan Fisik Sapi

By On Sunday, August 6th, 2017 Categories : Ciri dan Karakteristik

Cara Pemeriksaan Fisik Sapi – Bagi peternak, sapi yang sehat pasti didambakan oleh semua peternak sapi karena sapi yang sehat lebih menguntungkan bagi peternak.

Sapi yang sehat lebih menghasilkan susu yang berkualitas dan dalam kuantitas yang banyak serta sapi yang sehat dagingnya juga lebih berkualitas.

Ada beberapa tanda suatu sapi sehat yaitu sebagai berikut ini :

  1. Postur Badan Sapi tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk dan kulit tampak bersih
  2. Fisik sapi tidak kurang satu apapun
  3. Berjalan dan berdiri dengan normal, tidak pincang, langkah kaki mantap dan teratur.
  4. Telinga kiri dan kanan simetris
  5. Dada lebar (tidak sempit)
  6. Bulu pendek dan kering serta tidak kusam.
  7. Mata sapi bersinar dan responsive terhadap cahaya dan lingkungan, sudut mata bersih, tidak terjadi perubahan pada selaput kornea mata pada sapi.
  8. Gerakan sapi lincah dan aktif
  9. Denyut nadi sapi yang sehat adalah 50-60 kali per menit, irama teratur dan tetap.
  10. Hidung sapi yang sehat adalah basah normal.

Ada beberapa cara yang dapat diterapkan oleh peternak untuk pemeriksaan fisik sapi yaitu sebagai berikut ini :

  1. Abnormalitas system pencernaan

Untuk pemeriksaan fisik sapi dengan metode mengamati abnormalitas system pencernaan, tahap pertama yang harus dilakukan adalah memberikan pakan atau minum kepada sapi untuk melihat nafsu makan atau minum pada sapi.

Selain itu anda perlu mengamati keadaan abdomen dan bandingkan abdomen sebelah kanan dan sebelah kiri, mengamati mulut, dubut, kulit sekitaran dubur sapi dan kaki belakang sapi dan mengamati tinja sapi.

  1. Abnormalitas system respirasi

Anda juga perlu memerhatikan abnormalitas pada system respirasi atau pernafasan pada sapi. Perhatikan keadaan hidung dan memeriksa suhu pada hidung sai dengan cara menempelkan jari pada dinding di luar hidung sapi.

Selanjutnya, anda perlu melakukan pemeriksaan pada organ pharynx larynx dan trakea yang dapat dilakukan dengan memperhatikan reaksi dan suhunya.

Perlu juga untuk memperhatikan rongga dada sapi apakah terdapat nyeri yang mendadakan suatu penyakit pada sapi atau tidak.

Selain itu juga, perlu dilakukan pemeriksaan pada system sirkulasi pernafasan misalnya memperhatikan apakah ada kelainan alat peredaran darah.

Kelainan itu misalnya adalah anemia, sianosis, edema, kelainan pada denyut nadi dan lain sebaginya,

  1. Abnormalitas system reproduksi

Fisik sapi yang normal pada bagian system reproduksinya terdiri dari ovarium, oviduk, uterus, vagina, vulva dan klitoris. Ovarium sapi yang normal terletak pada belakang ginjal sapi, yang bentuknya menyerupai biji almond.

Oviduk adalah saluran yang berpasangan dan berkonvolusi fungsinya adalah menghantarkan ova dari tiap ovary menuju tanduk uterus.

Oviduk letaknya dekat dengan ovarium, dan bentuknya seperti corong yang disebut dengan infundibulum tubae uterine.

Serviks uterus mengarah sfingter otot polos yang kuat dan tertutup rapat, kecuali pada saat sapi melahirkan atau saat sapi sedang naik birahinya.

Vagina merupakan saluran peranakan sapi betina yang letaknya di dalam pelvis antara uterus dan vulva.

Umur dan berat pada saat pubertas dipengaruhi oleh faktor genetic dari sapi itu sendiri.

Ada beberapa faktor yang dapat menganggu terjadinya pubertas pada sapi yaitu faktor pemberian pakan, temperature sekitar lingkungan kandang sapi, kesehatan sapi dan lain sebagainya.

Itulah beberapa informasi mengenai cara pemeriksaan fisik sapi, semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi pembaca.

Baca Juga : Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia (Sapi)

Loading...
Cara Pemeriksaan Fisik Sapi | ilmuhewan | 4.5