Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cucak Jenggot

By On Friday, February 26th, 2016 Categories : Ternak Hewan

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cucak Jenggot – Disebut juga dengan nama cucak jenggot karena memang burung satu ini memiliki ciri khas yaitu pada bagian leher terdapat bulu-bulu yang berserabut yang menyerupai jenggot.

Sayangnya, cucak jenggot adalah jenis burung yang sangat susah ditemukan karena tidak banyak orang yang memilikinya. Dikarenakan itu, harganya pun sangat tinggi di pasaran.

Uniknya, bagi pecinta burung, khususnya cucak jenggot, burung betina adalah yang paling diminati daripada yang jantan karena lebih sering berkicau dan aktif.

Untitled

Hanya saja, kelemahan kicauan burung cucak jenggot betina adalah suaranya yang monton dibandingkan dengan yang jantan.

Walaupun sekilas nampak sama, akan tetapi Anda dapat membedakan antara jenis jantan dan betina dengan melihat bentuk tubuhnya.

Baca Juga : Panduan Singkat Ternak Domba

Cucak jenggot jantan lebih besar dan sayapnya tegap. Selain itu suara kicauannya lebih bervariatf. Pada bagian dadanya didominasi warna kuning dan mempunyai kloaka yang cenderung kecil.

Sedangkan cucak jenggot betina memiliki tubuh lebih kecil dan sayapnya akan terlihat seperti tidak kokoh. Suaranya monoton dan pada bagian dada berwarna putih. Kloakanya juga lebih lebar.

Jika Anda berpikiran bisnis, maka budidaya cucak jenggot adalah peluang usaha yang sangat menggiurkan karena harganya bisa mencapai jutaan. Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana dalam memulai bisnis ternak cucak jenggot.

Mempersiapkan kandang

Dibutuhkan kandang untuk penangkaran yang berukuran cukup besar agar burung satu ini lebih mudah bergerak dan tidak stres.

Selain itu tempat untuk menempatkan kandang harus berada di tempat yang rimbun, namun sinar matahari harus tetap dapat menyinarinya. Upayakan tempat yang dipilih harus tenang, karena jika terlalu ramai, maka burung ini dapat mudah stres.

Selain itu, suhu udara di sekitar kandang harus sejuk atau setidaknya bersuhu 1520 derajat Celcius. Jauhkan pula kandang tersebut dengan sangkar atau kandang jenis burung lainnya. Kandang juga harus senantiasa bersih.

Memilih indukan

Untuk memilih indukan yang bagus dan berkualitas agar menghasilkan anak yang berkualitas pula, maka Anda harus memilih indukan jantan dan betina secara seksama. Pilih pula yang memiliki sangat aktif atau lincah serta sering berkicau.

Perhatikan pula bentuk fisiknya, jangan sampai memilih yang cacat atau yang tidak agresif karena pada dasarnya cucak ijo adalah jenis burung petarung, maka gerakannya harus yang lincah. Kicaunya pun juga menjadi bahan pertimbangan sebelum memilih indukan.

Pilihlah indukan cucak jenggot, baik yang jantan atau betina yang memiliki pangkal paruh sedikit melebar dan berukuran tebal.

Usia yang tepat untuk ternak cucak jenggot adalah jantannya minimal berusia 1 tahun, sedangkan betinanya minimal berusia 8 bulan.

Penjodohan

Untuk menjodohkannya, Anda tidak boleh langsung memasukkan kedua induk, jantan dan betina dalam satu kandang, melainkan 2 kandang berbeda dan dekatkan kandang tersebut satu dengan lainnya. Hal tersebut untuk memancing ketertarikan si jantan agar mau kawin dengan sang betina.

Setelah keduanya tertarik antara satu dengan lainnya, maka Anda dapat memasukkan burung betina ke sangkar burung jantan.

Proses perjodohan ini pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 2-3 mingguan. Akan tetapi jika Anda tidak mau repot untuk melakukan langkah-langkah awal ini, Anda dapat membeli indukan yang sudah jadi atau siap bertelur. Akan tetapi, harga indukan jadi ini sangat mahal dan harganya mencapai jutaan.

Pakan

Jenis pakan yang dianjurkan untuk dikonsumsi cucak jenggot antara lain voer, cacing, serangga dan buah, pada dasarnya, agar cucak ijo betina dapat cepat bertelur, maka dibutuhkan pakan berupa voer berprotein, buah-buahan (pisang, pepaya, tomat, apel dan buah pir), jangkrik, belalang, kroto atau juga ulat Hong Kong.

Pemisahan

Tahap ini adalah tahapan yang paling sulit dan membutuhkan ketelatenan, karena Anda harus memberikan makan kepada anak cucak ijo secara manual dengan cara meloloh anakan dengan voer yang sudah dilarutkan dengan air hangat.

Jangan sampai dalam proses pelolohannya sampai pada bagian paruh belepotan karena dapat memunculkan bakteri yang dapat membuat anakan sakti dan kemudian mati.

Mudah bukan? Cara-cara di atas adalah metode singkat yang dapat membantu Anda untuk beternak cucak jenggot.

Baca Juga : Jenis-jenis Domba yang Layak untuk Dibudidayakan

Loading...
Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cucak Jenggot | ilmuhewan | 4.5