Cara Mudah dalam Kultur Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan

By On Friday, July 28th, 2017 Categories : Pakan Hewan, Perikanan

Cara Kultur Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan – Nyamuk merupakan salah satu mahluk hidup yang paling dekat dengan manusia.

Perilaku nyamuk yang suka menggigit dan mengisap darah bahkan menjadi salah satu faktor penyebar penyakit DBD atau deman berdarah.

Hal tersebut membuatnya menempati posisi pertama sebagai penyebab penyakit serta pembunuh manusia nomor satu di dunia.

Namun, dibalik sosoknya yang mengerikan tersebut ternyata nyamuk sendiri tidak hanya merugikan manusia saja.

Ada beberapa orang yang sangat membutuhkan keberadaan nyamuk dan menganggap serangga pengisap darah ini menguntungkan.

Baca Juga :

Cara Budidaya dan Ternak Ikan Kuwe Putih Untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan kakap Mata Kucing Untuk Pemula

Ciri dan karakteristik Ikan Kakap Mata Kucing

Kandungan dan Manfaat Ikan Kakap

Cara Membuat Ramuan Alami Untuk Memandikan Burung Kicau

meskipun bukan nyamuknya itu sendiri. Akan tetapi, jentik daripada nyamuk tersebut yang sering di jadikan pakan untuk ikan, salah satunya ikan cupang.

Para peternak ikan hias tentu saja tidaklah asing dengan jentik nyamuk yang dijadikan makanan paling bergizi bagi ikan.

Nyamuk sendiri akan menghasilkan telur yang cukup banyak setelah melakukan proses perkawinan. Nyamuk betina mengisap darah manusia sebagai cadangan makanan dan nutrisi yang dibutuhkannya selama melakukan proses bertelur.

Kemudian, nyamuk betina tersebut akan mencari genangan air, bahkan mereka akan bertelur di kaleng kecil berisi genangan jika mereka tidak bisa menemukan tempat bertelur yang baik.

Hal ini yang membuat nyamuk dapat bertahan hidup meskipun mereka tidak mampu menemukan genangan air besar di sekitar mereka

Nyamuk sendiri meletakan telurnya di permukaan air yang banyak ditumbuhi tumbuhan atau kotoran yang mengapung. Anak-anak nyamuk dapat disebut sebagai jentik-jentik yang hidup di dalam air sebagai plankton sementara atau meroplankton.

Pernapasan jentik nyamuk dapat menggunakan oksigen dari udara yang dihisap dengan trakea. Mereka lalu menghisap oksigen dengan cara menyembulkan bagian ekornya ke permukaan air.

Jentik nyamuk yang dihasilkan akan memakan kotoran yang ada di air. Pakan alami seperti jasad renik sangat banyak berada di dalam air busuk yang disebakan oleh pembusukan zat organik.

Setelah selang 10-14 hari, jentik nyamuk berubah menjadi kepompong yang hampir serupa dengan jentik nyamuk, namun dengan ukuran kepala yang besar selama 2-3 hari.

Setelah berdiam dalam bentuk kepompong, maka keluarlah nyamuk kecil dari air dan memulai siklus hidup baru mereka.

Untuk mengkultur jentik nyamuk sebenarnya tidaklah sulit. Kita hanya memerlukan beberapa alat dan bahan untuk mengkulturnya.

Nah, bagi kalian yang ingin melakukan kultur jentik nyamuk sebagai salah satu alternatif pakan ikan, bisa langsung disimak cara mudah dalam melakukannya!

  1. Siapkan ember, air dan pelet ikan. Ember yang digunakan tidak harus ember yang besar, cukup sediakan ember berukuran diameter 15-20 cm. Akan tetapi jika kita memelihara ikan dengan jumlah yang cukup banyak, maka kita memerlukan tempat/ember yang diameternya jauh lebih besar.
  2. Masukkan pelet ikan kedalam ember, kemudian diaduk-aduk. Maka lama kelamaan, pelet tersebut akan tenggelam.
  3. Biarkan selama kurang lebih 3 hari, sampai air menjadi keruh dan berbau. Jangan lupa, letakkan ember tersebut diluar rumah dan usahakan terlindung dari hujan.
  4. Setelah berbau, maka hal tersebut akan mengundang nyamuk datang untuk bertelur. (Bentuk telur nyamuk nya memanjang)
  5. Setelah nyamuk bertelur di dalam genangan air tersebut, maka tunggu 4 sampai 5 hari. Kita akan melihat banyak jentik-jentik nyamuk di dalam genangan air tersebut.
  6. Panen jentik dilakukan setiap hari. Usahakan memiliki beberapa ember yang berukuran kecil-besar untuk mengkultur jentik, jadi dapat dihabiskan jentik dalam ember tersebut saat panen agar jentik-jentik tersebut tidak menjadi nyamuk nantinya.
Loading...
Loading...
Cara Mudah dalam Kultur Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan | ilmuhewan | 4.5