Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

By On Monday, November 28th, 2016 Categories : Pakan Hewan

Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur – Setiap orang yang berbisnis menginginkan keuntungan sebesar-besarnya, begitu juga dengan usaha seperti peternakan ayam petelur.

Besar kecilnya keuntungan yang didapatkan dari usaha peternakan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu harga jual dari telur dan faktor produksi ayam.

Harga telur ayam banyak dipengaruhi oleh faktor luar atau pasar sedangkan faktir produksi banyak dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan.

ayam-petelur

Baca Juga : Beberapa Jenis dan Macam Ayam Birma

Berkenaan dengan hal tersebut, diluar faktor lainnya, peternak ayam harus lebih fokus dalam upaya meningkatkan manajemen pemeliharaan usahanya agar produksi telur lebih meningkat dan mencapai standar produksi yang lebih optimal. Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ayam petelur, yaitu :

  1. Mengatur Tingkat Intensitas Pencahayaan Ayam

Dengan adanya pencahayaan yang baik yang berasal dari cahaya alami atau sinar matahari maupun cahaya buatan seperti lampu, maka akan menstimulasi bagian hipotalamus ayam yang kemudian diteruskan pada kelenjar – kelenjar tubuh, seperti hipofisa tiroid dan juga paratiroid agar bisa menghasilkan hormon.

Kemudian kelenjar hipofisa tersebut akan mulai mensekresikan folikel stimulating hormon (FSH) dan juga luteinizing hormon (LH).

Hormon FSH ini sendiri berfungsi untuk mematangkan folikel atau sel telur pada indung telur/ovarium, sedangkan hormone LH memiliki fungsi sebagai dalam proses ovulasi yaitu proses pelepasan sel telur dari ovarium menuju ke oviduk atau saluran telur.

Hormon FSH dan LH lah yang nantinya memiliki peran penting dalam pembentukan sebutir telur. Perlu diketahui, bahwa ayam petelur membutuhkan lama pencahayaan lebih kurang antara 13 – 16 jam.

  1. Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ayam

Untuk meningkatkan produksi telur ayam, maka harus disertai dengan kegiatan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan agar ayam terhindar dari serangan bakteri, virus ataupun mikroorganisme lain yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan ayam.

Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi sumber penyakit yang ada di sekitar lingkungan kandang ayam dan untuk meningkatkan sistem imunitas ayam.

Terjadinya penurunan produksi telur termasuk salah satu gejala awal dari adanya serangan penyakit. Gejala lainnya yang dapat dilihat seperti ayam tampak lesu, bulu ayam kusam, mata seperti berair, tampak keluar ingus dari hidung, batuk – batuk, bulu ayam yang rontok, bahkan pincang dan hingga kematian.

Jika peternak ayam melihat gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan isolasi dan lakukan pengamatan untuk keseluruhan populasi secara teliti.

Kemudian segera tangani dengan langkah yang tepat atau hubungi dokter hewan terdekat agar ayam lebih mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat.

  1. Replacemen Peremajaan

Ayam yang berumur yang semakin tua memberikan pengaruh terhadap daya pada produksinya dalam bertelur. Hal ini bervariasi untuk tiap – tiap ayam.

Normalnya ayam dapat berproduksi secara maksimal dan efesien dalam dua siklus selama masa bertelur. Setelah dua tahun berikutnya maka produktivitas ayam akan mulai menurun.

Produksi telur ayam yang paling baik adalah selama tahun pertama, hanya saja ayam telur yang tingkat berproduksinya tinggi bisa berproduksi baik selama 2 – 3 tahun.

Ayam petelur yang berproduksi tinggi akan bertelur sekitar 50 – 60 minggu selama masa siklus bertelur. Proses replacemen atau peremajaan ayam harus disiasati jika jumlah daya produksi ayam petelur menurun dan sudah tidak ekonomis lagi kemudian setelah itu ayam bisa diganti dengan ayam yang kualitas produksi telurnya lebih baik lagi.

  1. Hindari Terjadinya Stress Pada Ayam

Stress juga bisa terjadi pada ayam. Stress menjadi penyebab ayam menjadi sakit sehingga dengan stress nya ayam maka dapat menyebabkan menurunnya daya produksi ayam untuk bertelur.

Oleh karena itu agar produksi telur dari ayam petelur tidak terjadi penurunan, maka berikan multivitamin lebih kurang selama 5 hari berturut – turut dalam upaya untuk meningkatkan kembali kemampuan ayam untuk kembali bertelur.

  1. Menambahkan nutrisi tambahan atau probiotik pada ayam.

Penambahan probiotik disini merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kembali produktivitas atau meningkatkan daya efesiensi penggunaan pakan sehingga akan memberikan keuntungan.

Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup dalam suplemen makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan hewan ternak.

Baca Juga : Cara Ternak dan Memelihara Ayam Guinea

Loading...
Loading...
Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur | ilmuhewan | 4.5