Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Pada Sapi Perah

By On Sunday, December 11th, 2016 Categories : Uncategorized

Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Pada Sapi Perah – Mastitis adalah sejenis penyakit yang sangat sering ditemui pada saat beternak sapi.

Mastitis merupakan penyebabkan kerugian yang sangat tinggi karena hasil produksi susu sapi akan langsung menurun antara 10 – 25%.

Anak sapi akan mati karena tidak mendapatkan susu kolostrum dari induknya (susu awal sapi perah), selain itu akibat biaya pengobatan sapi perah yang mahal, susu sapi perah yang terkadang ditolak dipasaran karena banyak mengandung jumlah sel somatik.

penyakit-manintis-paada-sapi

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Alternatif Lele dari Kotoran Sapi dan Kambing

Sapi perah yang menderita penyakit mastitis jika susunya dipakai membuat keju maka keju yang dihasilkan akan cepat asam dan juga mutu keju menjadi tidak bagus.

Munculnya penyakit mastitis berhubungan dengan faktor resiko saat proses pemerahan susu yang kurang bersih dan higienis, pemerahan susu yang tidak sampai selesai, kebersihan yang kurang diperhatikan dengan baik.

Perlu diketahui mastitis juga dapat terjadi akibat jumlah produksi susu yang dihasilkan terlalu banyak. Gejala penyakit mastitis yang menyerang sapi perah  adalah sebagai berikut :

  • Meningkatnya suhu badan dan frekuensi pernafasan hewan ternak
  • Nafsu makan ternak menjadi menurun secara drastis
  • Adanya perubahan warna air susu sapi perah seperti terjadinya perubahan warna seperti kekuning -kuningan yang mengandung nanah, peradangan dan perubahan dari bentuk ambing,
  • Otot hewan ternak menjadi lemas, dan juga hewan ternak atau sapi perah akan mengalami dehidrasi, depresi, dan juga bisa mengalami kematian.

Penyebab mastitis

Mastitis hanya menyerang sapi perah jenis betina yang sedang menyusui atau telah lepas sapih. Penyebab mastitis ini sebenarnya adalah bakteri, bahan – bahan kimia, temperatur atau suhu, trauma akibat peralatan mekanik.

Akan tetapi yang menjadi penyebab paling utama terjadinya mastitis pada sapi perah adalah bakteri Staphylococcus sp. Bakteri jenis ini bisa menginfeksi disebabkan kaarena kandang ternak tidak bersih.

Selain itu saat ternak sedang dalam keadaan tidur, ambing dari hewan ternak ini akan bersentuhan langsung dengan lantai kandang yang kotor yang jarang dibersihkan dan ditambah lagi lubang ambing sapi perah yang sedang terbuka lebar karena sedang masa laktasi maka bakteri Staphylococcus sp akan sangat mudah untuk masuk.

Pencegahan dan pengendalian

Tindakan pencegahan dan pengenalian yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit mastitis pada sapi perah adalah dengan memakai antiseptik pada ambing sapi perah sebelum dan sesudah pemerahan susu.

Sebagai informasi, dibeberapa negara maju sudah banyak yang menerapkan sistem vaksinasi meskipun hanya vaksinasi ini hanya untuk sekedar mengurangi gejala dari mastitis.

Disamping melakukan vaksinasi, dengan tetap menjaga keadaan kandang sapi untuk tetap bersih maka akan membantu mengurangi terjadinya penyebaran bakteri Staphylococcus sp.

Oleh karena itu usahakan untuk tetap menjaga kebersihan kandang kadang agar tetap dalam keadaan bersih. Faktor manusia yang berperan sebagai pemerah susu sapi juga perlu diperhatikan, kemudian air yang digunakan untuk mencuci ambing juga harus diperhatikan. Jangan lupa untuk selalu membersihkan ambing sapi perah secara rutin.

Dengan rutinnya dilakukan pembersihan pada ambing sapi, maka secara tidak langsung kegiatan ini akan mencegah bakteri dan juga dapat mengurangi bakteri yang masuk ke ambing sapi ternak. Salah satu anti bakteri yang bisa digunakan untuk pencelupan putting adalah cairan iodium dan cairan klorin.

Kedua cairan ini bisa didapatkan pada toko – toko obat terdekat. Akan tetapi alangkah baiknya sebelum memutuskan untuk menggunakan cairan ini, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter hewan agar nantinya tidak terjadi sesuatu hal yang tidak dinginkan.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Produksi Susu Sapi Perah

Loading...
Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Pada Sapi Perah | ilmuhewan | 4.5