Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Cara Memilih Kambing Perah Berkualitas Untuk Usaha Produksi Susu

By On Sunday, March 4th, 2018 Categories : Produksi

Cara Memilih Kambing Perah Berkualitas Untuk Usaha Produksi Susu – Pemilihan bibit kambing sebaik nya disesuaikan dengan tujuan dari usaha peternakan kambing itu sendiri yang harus dibedakan tujuan nya.

Yaitu apakah usaha tersebut untuk  menghasilkan ternak pedaging atau perah.

Sebagai contoh untuk produksi daging, sebaik nya pemilihan bibitnya dengan memilih jenis kambing kacang, sedangkan untuk perah dapat memilih jenis kambing etawa.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Kambing Gibas

A. Ciri untuk calon induk:

  • Mempunyai postur tubuh yang bagus, mempunyai bentuk dada yang dalam dan bidang, mempunyai struktur tulang punggung dan pinggang yang lurus
  • Ukuran tubuh besar tapi tidak gemuk.
  • Jinak dan mempunyai sorot mata yang ramah.
  • Struktur kaki lurus dengan tumit tinggi.
  • Jumlah gigi geligi lengkap, mampu merumput dengan baik, struktur rahang atas dan bawah rata.
  • Berasal dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal, dan berasal dari induk yang berumur muda.
  • Bentuk ambing simetris, tidak menggantung dan mempunyai 2 buah puting.

B. Ciri untuk calon pejantan:

  • Postur yang besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada bidang, berat ideal, kuat, aktif dan memiliki nafsu kawin yang tinggi.
  • Struktur kaki lurus dan kuat.
  • Berasal dari keturunan kembar.
  • Usia antara 1,5 sampai 3 tahun.

C. Memilih Bibit Ternak Kambing

Untuk  mendapatkan bibit ternak penghasil susu sebaiknya dipilih dari  jenis Kambing Etawah atau Kambing Saanen. Bibit yang akan sebaik nya dipilih dengan umur  diatas 3 bulan atau lepas sapih.

Ternak untuk dijadikan bibit dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu berdasarkan :

  • Silsilah
  • Visual ( termasuk dengan perabaan)

Berikut ini ciri – ciri didalam memilih bibit kambing:

1. Ciri Umum

  • Umur pubertas.
  • Kesuburan dan jumlah anak sampai sapih.
  • Berat lahir, berat sapih dan berat badan dewasa.

2. Sifat Khusus, Yang harus diperhatikan adalah:

  • Struktur tubuh :Tidak terdapat cacat bawaan

3. Untuk Betina Calon Bibit :

Struktur Tubuh

  • Struktur tubuh sempurna
  • Dada dalam dan bidang.
  • Struktur tulang punggung lurus.
  • Kondisi bulu bersih dan mengkilat.
  • Kondisi sehat dan tidak mempunyai cacat lahir.

Struktur Kaki

  • Struktur lurus dan kuat.
  • Tumit tinggi.

Struktur Ambing

  • Struktur ambing normal dan simetris
  • Tidak terlihat menggantung.
  • Mempunyai dua buah puting.
  • Jika diraba terasa halus dan kenyal.
  • Tidak terdapat infeksi atau pembengkakan

Kesuburan

  • Mempunyai asal keturunan kembar.
  • Mempunyai alat kelamin normal.

Struktur Gigi

  • Jumlah gigi geligi lengkap.
  • Struktur rahang atas dan bawah rata.

Sifat Keindukan

  • Mempunyai sifat mengasuh anak yang baik.
  • Penampilan jinak dengan sorot mata ramah.

Usia

  • Betina muda siap dikawinkan pertama kali pada usia sekitar 10-12 bulan.
  • Induk masih produktif sampai umur 5-6 tahun.

4. Pejantan Calon Bibit

Struktur Tubuh

  • Besar dan relatif panjang.
  • Pilih yang paling besar diantara para pejantan yang umurnya sama.
  • Dada dalam dan bidang.
  • Bagian struktur belakang lebih besar dan tinggi.
  • Kondisi sehat dan tidak ada cacat.
  • Bulu bersih dan mengkilat.

Struktur Kaki

  • Bentuk
  • Lurus dan kuat.
  • Tumit tinggi.

 Kesuburan

  • Berasal dari keturunan kembar.
  • Alat kelamin kenyal dan dapat ereksi.
  • Buah zakar berukuran normal, sama besar dan kenyal.

Penampilan

  • Mempunyai libido yang besar.

Umur

  • Untuk dapat dikawinkan sebaiknya dipilih pejantan yang berumur antara 1,5 sampai 3 tahun.

5. Cacat Tubuh

Kambing yang memiliki cacat lahir sebaik nya jangan dipilih untuk bibit. Cacat tubuh tersebut antara lain:

  • Struktur rahang atas dan bawah tidak rata.
  • Buta atau rabun.
  • Struktur kaki berbentuk hurup X.
  • Tanduk yang tumbuh melingkar hingga menusuk leher.
  • Buah zakar hanya satu atau mempunyai dua buah tetapi besarnya tidak sama.
  • terdapat infeksi atau pembengkakan pada ambing atau buah susu.
  • Tumit rendah.

Baca Juga : Cara Penanganan pasca kelahiran pada kambing

Loading...
Loading...
Cara Memilih Kambing Perah Berkualitas Untuk Usaha Produksi Susu | ilmuhewan | 4.5