Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Cara Memelihara dan Beternak Musang Pandan

By On Monday, April 3rd, 2017 Categories : Ternak Hewan

Cara Memelihara dan Beternak Musang Pandan – Saat ini sedang tren orang memelihara Musang. Buktinya kalau kita berpergian ke tempat-tempat umum, selalu saja ada  orang yang membawa hewan omnivora tersebut.

Bahkan saking banyaknya yang memelihara Musang, komunitas-komunitas penyuka hewan ini bertebaran dimana-mana.

Dan karena secara ekonomi membawa pula keuntungan, orang pun banyak beternak atau membudidayakan Musang.

Dari sekian banyak jenis musang yang dipelihara dan diternak, salah satunya adalah Musang Pandan. sebagaimana jenisnya, Musang Pandan adalah salah satu dari sekian banyak jenis musang yang paling hits karena Musang jenis ini mengeluarkan aroma seperti tanaman pandan.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Hewan Nokturnal

Namun di balik keseruan dan keasyikan memelihara dan beternak Musang, tak sedikit orang yang belum mengetahui persis cara memelihara Musang dengan baik dan benar.

Bahkan untuk skala besar seperti beternak Musang, banyak juga orang yang gagal dan merugi akibat kesalahan dalam melakukan peternakan hewan tersebut.

Lalu bagaimanakah cara yang tepat untuk memelihara serta beternak Musang khususnya Musang Pandan? berikut kita ulas secara bertahap. Yang pertama buat Anda yang mau memelihara hewan ini.

Kenali Dahulu Ciri Fisik & Karakternya Sebelum Anda Memelihara

Musang Pandan dewasa memiliki panjang ideal yaitu 1 meter dan berat 2-5 kg. Dari ciri fisik berupa bulu atau rambut, Musang Pandan berwarna cokelat kehitaman atau abu abu kehitaman.

Terdapat pula motif pada tubuhnya yang membentuk garis-garis atau bintik-bintik. Selain itu, terdapat corak berwarna putih juga pada bagian wajahnya.

Sedangkan berdasarkan karakternya, Musang Pandan banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Karena itu, Musang Pandan sangat ahli soal memanjat dan bermain dari dahan ke dahan dengan lihainya. Namun tak jarang pula hewan ini turun dari pohon untuk mencari mangsa atau melakukan kegiatan lain.

Musang Pandan juga termasuk jenis hewan yang lebih aktif di malam hari untuk mencari makanannya. Dalam beberapa kejadian, tak jarang Musang Pandan ditemukan di perkotaan atau perkampungan dalam keadaan liar.

Hewan ini sering tertangkap mata warga sedang berkeliaran di atas atap rumah, kabel listrik, dan tempat-tempat lainnya. Karena tergolong hewan omnivora atau pemakan segala, Musang Pandan sangat menyukai buah-buahan segar seperti pisang, buah kopi dan pepaya, serangga, kadal, cacing tanah, bahkan ayam.

Pencernaan Musang Pandan sangat singkat dan sederhana. Setelah mencerna buah-buahan, sering kali mereka akan mengeluarkan kembali biji-biji dari buah yang tidak dapat tercerna bersama dengan kotorannya.

Itulah alasan mengapa Musang Pandan digunakan untuk memproduksi biji kopi luwak. Sehingga hal tersebut banyak orang memelihara dan diternak.

Beri Pakan Secara Teratur

Berilah pakan Musang Pandan setidaknya 2 sampai 4 kali dalam sehari dengan berbagai variasi makanan. Dalam hal pemberian pakan, sebaiknya gunakan tangan secara langsung agar Musang Pandan dapat merasa nyaman dengan kehadiran Anda. Berilah Musang Pandan makanan berupa buah-buahan segar yang divariasikan tiap harinya.

Namun makanan berupa daging, baik ayam atau pun bekicot pun perlu diberikan sekitar satu minggu sekali. Karena bagaimana pun juga, Musang Pandan merupakan hewan omnivora yang berarti pemakan segala.

Jangan menyuapi Musang Pandan menggunakan sarung tangan karena mereka akan menganggapnya sebagai ancaman pada dirinya.

Jangan lupa pula untuk memotong makanan dengan ukuran yang cukup besar, agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, Anda memiliki jarak untuk menghindar dari serangannya.

Usahakan Mengajak Komunikasi

komunikasi bukan Cuma manusia antar manusia. Tetapi komunikasi juga bisa dilakukan dengan hewan peliharaan kita. Khusus bagi mereka yang memelihara atau beternak Musang, biasakan untuk mengajaknya berkomunikasi agar Musang Pandan mudah mengenali suara Anda.

Baca Juga : Sejarah dan Asal Usul Kucing Anggora

Waktu makan adalah jadwal paling tepat untuk mengajak Musang Pandan berkomunikasi. Karena selain cepat mengenali suara Anda, Musang Pandan juga akan lebih cepat mengetahui jadwal makan hariannya.

Berikan Kasih Sayang

Kasih sayang yang Anda berikan kepada Musang bisa dengan memberi sentuhan lembut pada tubuhnya. Usap lah tubuhnya secara perlahan dan penuh kehati-hatian.

Jangan terburu-buru atau memberikan gerakan mendadak ketika menyentuhnya agar Musang Pandan tidak kaget atau malah menyerang. Mulai lah kontak langsung dengan Musang Pandan ketika pemberian makan dengan cara menyuapinya.

Ajak Jalan-Jalan & Bermain

Seperti hewan peliharaan lain, Musang Pandan juga harus diperlukan sama. Anda juga disarankan untuk mengajak jalan-jalan dengan berkeliling sekitar rumah Anda.

Kalungkanlah rantai hewan agar pergerakan musang dapat Anda kendalikan serta mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain mengajak jalan-jalan, Anda disarankan juga untuk mengajak bermain Musang Pandan peliharaan Anda. Mulailah mengajak Musang Pandan bermain dengan memberanikan diri untuk menggendongnya.

Harus Rutin Memandikan Musang

Musang Pandan perlu sering dimandikan. Hal tersebut dilakukan agar insting liar Musang Pandan yang dijinakkan dapat berkurang. Namun jangan sentuh Musang secara langsung karena Musang Pandan yang belum jinak akan mudah menyerang.

Faktor-faktor lain yang juga harus diperhatikan dalam memelihara atau beternak Musang Pandan antara lain :

  1. Perhatikan kebersihan kandangnya
  2. Perhatikan kesehatannya
  3. Lakukan perawatan fisik secara berkala
  4. Sesuaikan makanan sesuai usianya
  5. Pada Musang bayi 0-2 bulan beri ASI dari induknya
  6. Pada Musang 2-4 bulan beri buah-buahan lunak
  7. Pada Musang dewasa di atas 4 bulan sangat cocok diberi makan yaitu makanan di habitat aslinya yaitu mahluk hidup seperti serangga, tikus, kadal, cacing-cacingan, dan berbagai macam hewan-hewan kecil lainnya.
  8. Mengawinkan Musang Pandan sangat penting untuk menghasilkan keturunan. Untuk mendapatkan keturunan Musang Pandan, tentu saja perlu dilakukan proses perkawinan. Dan untuk mengawinkannya dibutuhkan bantuan kita sebagai majikan yang memeliharanya.
  9. Jangan memilih musang yang terlalu muda dan jangan pula yang terlalu tua, karena pastinya terlalu banyak resikonya. Biasanya, Musang Pandan betina akan memasuki fase kesuburannya pada usia sekitar 8 bulan. Hal tersebut akan ditandai dengan adanya darah yang keluar kelamin Musang Pandan betina atau lebih dikenal dengan menstruasi (estrus). Namun, usia paling tepat untuk mengawinkan Musang Pandan adalah ketika Musang Pandan memasuki usia sekitar 1 tahun.

Risiko Memelihara Musang Pandan

Memelihara atau beternak Musang Pandan sama seperti hewan lain yaitu memiliki sejumlah risiko. Inilah risiko-risiko yang harus diperhatikan.

  1. Musang Pandan memiliki potensi menyerang
  2. Musang Pandan berpotensi terserang penyakit seperti diare, mogok makan, Obesitas, stres, dan berbagai penyakit-penyakit lainnya.
  3. Sama seperti Kucing, Musang Pandan juga berpotensi terserang Toksoplasma.
  4. Juga sama Seperti Anjing, Musang Pandan berisiko terserang Rabies.

Demikian kiranya tips atau cara untuk memelihara atau beternak Musang Pandan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda penyuka Musang Pandan.

Baca Juga : Pengertian Hewan Karnivora dan Herbivora

Loading...
Cara Memelihara dan Beternak Musang Pandan | ilmuhewan | 4.5