Cara Membuat Kecap Ikan Untuk Pemula

By On Saturday, October 21st, 2017 Categories : Info Lainnya

Cara Membuat Kecap Ikan Untuk Pemula – Indonesia terkenal dengan kekayaan kulinernya; berbagai macam hidangan dengan berbagai rasa dapat ditemui di Tanah Air kita.

Keberagaman suku dan ras di Indonesia serta perbedaan geografis menjadi beberapa faktor penyebab keberagaman masakan khas Indonesia.

Meskipun memiliki nama dan penampilan yang berbeda, tak jarang pula bahan dasarnya sama.

Kecap ikan merupakan salah satu komponen penting dalam masakan sebagai penambah rasa.

Kecap ikan atau dalam Bahasa Inggris nya fish sauce adalah cairan yang dihasilkan dari fermentasi ikan atau jenis seafood lainnya, seperti cumi atau udang dan penambahan garam, namun ada juga yang menambahkan rempah-rempah ke dalam resep pembuatan kecap ikan tersebut.

Tekstur kecap ikan sendiri lebih cair daripada kecap manis serta memiliki warna kuning kecokelatan, lebih jernih dibandingkan dengan kecap manis.

Masyarakat Indonesia mungkin lebih terbiasa mengonsumsi kecap manis sebagai pendamping masakan dibandingkan dengan kecap asin.

Sesuai dengan namanya, kecap ini memiliki cita rasa asin dan sedikit asam disertai dengan aroma amis yang tidak menyengat atau mirip dengan aroma saus tiram.

Penggunaan kecap ikan sendiri biasa ditemui pada masakan Asia sebagai penambah rasa asin dan gurih pada makanan.

Kecap iksn ini juga dapat menggantikan asin garam dan jauh lebih sehat karena terbuat dari bahan-bahan alami.

Cita rasa yang unik dari kecap ikan sendiri berasal dari senyawa-senyawa hasil dari biodegradasi protein yang terkombinasi dengan lemak dan karbohidrat yang ada dalam bahan makanan.

Terdapat beberapa cara yang berbeda dalam pembuatan kecap ikan ini, tergantung pada selera pembuat itu sendri.

Selain fermentasi dengan bantuan garam, kecap ikan dapat dibuat dengan metode hidrolisis enzimatis, dimana dalam pembuatan ditambahkan enzim dengan tujuan untuk memperccepat proses hidrolisis protein.

Selama proses fermentasi berlangsung, terjadi proses hidrolisis pada jaringan ikan oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.

Enzim-enzim yang ditambahkan pada proses fermentasi memiliki kegunaan sebagai pemecah ikatan polipeptida-polipeptida yang ada menjadi ikatan yang lebih sederhana.

Mayoritas mikroorganisme yang ada ialah berasal dari asam laktat, seperti Laucosotic mesenterides, Lactobacillus plantarum dan Pediococcus cerevisiae.

Pada proses menggunakan garam, protein ikan akan hilang sebanyak 5% tergantung pada kadar dan lama penggaramannya. Maka dari itu, dianjurkan penambahan garam pada proses pembuatan tidak melebihi 40% bagian dari berat ikan.

Pembuatan kecap ikan dengan cara tradisional cenderung memakan waktu lebih lama dari yang modern karena mikroorganisme penghasil enzim protease membutuhkan waktu adaptasi yang cukup lama untuk dapat bertahan hidup dalam lingkungan dengan kadar garam yang tinggi.

Penambahan enzim proteolitik sebelum proses fermentasi dimaksudkan untuk mempersingkat waktu pembuatan kecap ikan tradisional.

Kekuarangan lain dari cara tradisional ialah mahalnya harga enzim proteolitik murni bagi para pembuat kecap ikan.

Namun, untuk mengakali mahalnya harga tersebut, para pembuat dapat menggantinya dengan pemanfaatan getah papaya serta ekstrak dari buah nanas yang ternyata dapat menggantikan fungsi dari enzim proteolitik tersebut.

Getah papaya mengandung enzim proteolitik yang biasa disebut papain. Papain ini telah digunakan dalam industri makanan selain kecap ikan, contohnya untuk melunakkan daging, mempertahankan kesegaran bird an juga menghilangkan protein pada makanan.

Sedangkan buah nanas, terutama nanas muda, terdapat enzim yang sama dengan papain dan biasa disebut dengan bromelin.

Sama dengan papain, bromelin ini juga dapat menghidrolisis protein. Kekurangan dari penggunaan buah nanas dalam kecap ikan ialah perubahan dalam aroma dan warna namun tidak mengubah kandungan gizi yang ada.

Berikut ialah resep pembuatan kecap ikan bagi pembaca sekalian. Selamat mencoba!

Bahan dan Alat

  • 250 gram ikan atau udang
  • 1 buah ekstrak nanas muda
  • Parutan timun secukupnya
  • Gula merah secukupnya
  • Bawang putih secukupnya
  • Kluwek secukupnya
  • Jintan secukupnya
  • Pekak secukupnya
  • Wijen secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Laos secukupnya
  • Sereh secukupnya
  • Kemiri secukupnya
  • Daun salam secukupnya
  • Panci
  • Kompor
  • Saringan
  • Blender
  • Ember
  • Botol untuk Menyimpan Kecap
  • Wadah plastik untuk fermentasi

Cara Membuat

  1. Bersihkan ikan segar yang telah tersedia agar kotoran yang menempel tidak merubah cita rasa dari kecap ikan nantinya.
  2. Rendam selama 30 menit dengan ditambahkan timun. Hal ini bertujuan untuk mengurangi aroma amis yang dikeluarkan ikan sehingga kecap yang dihasilkan nantinya beraroma baik.
  3. Setelah selesai direndam, pisahkan daging ikan dengan tulang-tulangnya. Tulang ikan yang telah dipisah tidak dapat digunakan kembali dan sebaiknya dibuang saja.
  4. Setelah dipisahkan, blender daging ikan yang telah siap hingga halus.
  5. Tambahkan ekstrak nanas pada adonan ikan yang telah halus dan diamkan selama 2 hari untuk proses fermentasi. Penambahan ekstrak nanas ini berguna untuk mempercepat hidrolisis protein yang ada pada ikan.
  6. Setelah selesai difermentasi, saring adonan ikan hingga tidak ada ampas yang ikut dalam larutan kecap.
  7. Masak larutan yang telah disaring dengan bumbu-bumbu yang sudah disiapkan sebelumnya hingga rata dan matang.
  8. Kecap ikan siap untuk digunakan.

Nah, mudah sekali bukan? Anda juga dapat membuat kecap ikan milik Anda sendiri di rumah. Selamat mencoba!

Loading...
Loading...
Cara Membuat Kecap Ikan Untuk Pemula | ilmuhewan | 4.5