Cara Membedakan Burung Puyuh Jantan dan Betina

By On Monday, July 11th, 2016 Categories : Uncategorized

Cara Membedakan Burung Puyuh Jantan dan Betina – Beternak burung puyuh seperti beternak ayam. Pasarnya akan terus terbuka, kecuali jika ada pandemik penyakit seperti flu burung.

Jenis pasar burung puyuh dibedakan menjadi tiga.

Pertama, pasar daging. Kedua, pasar telur burung puyuh dan ketiga, pasar bibit burung puyuh. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beternak burung puyuh serta membedakan burung puyuh jantan dan betina akan diulas dalam artikel di bawah ini.

bit

Jika anda ingin beternak burung puyuh, tentu hal yang pertama disiapkan adalah lokasi kandang serta bibitnya.

Baca Juga : Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Peranan Aves (Burung)

Usahakan anda mendapatkan bibit unggul agar hasil yang anda dapatkan juga memuaskan. Tips memilih bibit unggul burung puyuh:

  1. Belilah bibit dari peternak yang makan asam garam (berpengalaman). Peternak senior tentu akan membantu anda menjelaskan dari a sampai z. sehingga tidak akan menjerumuskan dalam teori “yang penting laku”. Bibit unggul dari peternak senior biasanya telah diseleksi dari bibit-bibit unggul lainnya. Jadi anda akan mendapatkan jaminan bibit unggul untuk prospek bisnis kedepan.
  2. Carilah bibit yang berumur maksimal tiga minggu. Mengapa demikian? Karena umur bibit akan mempengaruhi kualitas telur di kemudian hari.
  3. Bibit unggul burung puyuh biasanya lincah, aktif dan kelihatannya tidak berpenyakit (dapat dilihat dari warna kulit yang cerah). Bentuk tubuh normal, semisal tidak pincang dan matanya tidak berpenyakitan. Usahakan menghindari membeli bibit tua, banyak peternak menipu dengan “mendandani” bibit burung puyuh agar terlihat muda. Pemilihan pembelian bibit kepada peternak yang anda percaya akan sangat menentukan.
  4. Pilihlah bibit burung betina, bukan jantan. Karena betina yang akan melahirkan telur harus memiliki kualitas unggul. Apakah perlu membeli bibit jantan sebanyak bibit betina? Beberapa pendapat dari peternak terbagi dua. Pertama, tidak perlu memberikan bibit jantan dalam satu kandang dengan alasan mengganggu kualitas embrio pembuahan bibit betina. Sementara pendapat kedua mengatakan perlu adanya bibit jantan dalam kualitas sedikit, semisal dari 500 betina hanya ada 5 jantan. Dengan alasan suara bibit jantan dapat menstimulus perkembangan bibit betina.
  5. Memilih bibit burung puyuh jantan dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode ini diambil dari banyak sumber seperti Budi Rahayu (1984), membedakan bibit bisa dari bulu dadanya sejak umur tiga minggu. Bulu dada jantan berwarna merah coklat (sawo matang) tanpa garis hitam, sementara betina warnanya sama dengan garis hitam atau bercak-bercak. Selain itu bibit jantan juga berkokok dan bertubuh kecil sementara betina tidak berkokok dan bertubuh bongsor. Penentuan juga bisa menggunakan metode kloaka. Dimana jika ada tonjolan pada kloaka (anus) bibit berarti bisa dipastikan jantan.
  6. Terakhir, setelah membeli bibit bisa diberikan suntikan tetelo agar bibit terhindar dari penyakit. Atau bisa diberikan sedikit vitamin untuk mengurangi kematin unggas.

Baca Juga : Apa yang Dilakukan Saat Burung Sakit

Cara Membedakan Burung Puyuh Jantan dan Betina | ilmuhewan | 4.5