Cara dan Panduan Pemijahan Induk Belut

By On Thursday, March 23rd, 2017 Categories : Info Lainnya

Cara dan Panduan Pemijahan Induk Belut – Belut adalah binatang yang bentuknya seperti cacing namun ukurannya lebih besar dari pada cacing.

Secara ekologi, belut bisa dijadikan indicator pencemaran lingkungan karena belut mudah untuk beradaptasi, maka jika belut punah pada suatu lingkungan menandakan kerusakan lingkungan yang sangat parah yang akan terjadi.

Belut dapat dengan mudah ditemukan di persawahan dan makanan utama dari belut adalah ikan kecil, cacing dan lain-lain.

Belut cenderung aktif pada malam hari dan mampu menyerap oksigen melalui kulitnya. Ukuran maksimum dari belut adalah bisa mencapai 1 meter.

Baca Juga : Cara Budidaya belut dengan air bersih ( tanpa lumpur)

Belut banyak diolah menjadi makanan dan banyak dinikmati oleh orang-orang. Oleh karena itu, prospek bisnis untuk membudidayakan belut sangat besar mengingat belut memiliki banyak kegunaan dan peminatnya sangat banyak.

Untuk memulai usaha budidaya belut bukanlah hal yang sulit karena belut dapat hidup di lingkungan yang kotor namun untuk bibitnya membutuhkan air yang bersih dan bebas dari bahan-bahan kimia.

Ada beberapa ciri belut yang baik digunakan untuk indukan yaitu sebagai berikut ini:

  1. Pilihlah belut yang lincah dan gesit karena belut yang lincah dan gesit berarti belut tersebut sehat dan mudah untuk melakukan pemijahan.
  2. Pastikan belut berusia maksimal 5 bulan minimal 3 bula.
  3. Pilihlah belut yang berpostur keras.
  4. Untuk belut jantan, pilihlah yang kepalanya tumpul, lebih panjang dari 30 cm, ekor kurang lancip dan umur lebih dari 7 bulan
  5. Untuk belut betina pilihlah yang kepala runcing, panjang tubuh tidak mencapai 0 cm dan ekor lancip serta umurnya tidak sampai 7 bulan
  6. Janganlah memilih belut yang luka dan kulitnya tidak mulus karena belut tersebut cenderung tidak sehat.

Untuk pemijahan belut, diperlukan cara tersendiri untuk melakukannya. Belut meletakkan telur-telurnya di dalam gelembung-gelembung udara yang dibuat oleh pejantan, berbeda dengan ikan yang meletakkan telur-telurnya pada media seperti ranting, ijuk atau daun pada saat proses pembudidayaan.

Induk pejantan dari belut biasanya juga akan membuat sarang sebelum pemijahan dilakukan, berbentuk huruf “u” yang kdua lubangnya saling berhubungan satu sama lain.Berikut ini adalah tahap-tahap pemijahan pada belut :

  1. Pembuatan sarang atau lubang oleh induk jantan

Tahap pertama yang harus dilakukan dalam proses pemijahan belut adalah pembuatan sarang atau lubang oleh induk jantan. Setelah sarang selesai dibuat oleh belut jantan, biasanya belut akan berdiam diri selama beberapa hari.

  1. Belut jantan mengeluarkan gelembung busa

Setelah belut jantan merasa aman dari gangguan yang dapat terjadi, maka belut jantan akan mengeluarkan gelembung busa ke atas permukaan air yang berada diatas lubang yang telah dibuat induk jantan.

Gelembung-gelembung tersebut adalah bertujuan untuk menarik perhatian belut betina supaya mau mengeluarkan telur dan menempatkan telur tersebut pada gelembung itu.

  1. Belut jantan membuahi belut betina

Jika belut betina sudah menempatkan telurnya dalam gelembung tersebut, belut jantan akan segera membuahinya dengan sperma.

Setelah itu, belut jantan akan memindahkannya ke dalam sarang dengan cara mengisap seluruh gelembung berisi telur yang sudah dibuahi ke dalam mulutnya lalu meletakkannya di dalam sarang pemijahan yang sudah dibuat belut jantan.

Biasanya satu induk betina mampu mengeluarkan 100-200 butir telur dimana jumlahnya bergantung dari usia dan ukuran induk belut tersebut. Dan berdasarkan penelitian, dari seluruh telur yang dikeluarkan induk betina hanya 50 persen sampai 70 persen saja.

  1. Belut jantan keluar dari lubang

Belut jantan akan keluar dari lubang satunya agar telur yang berada di dalam lubang tidak terganggu.

Baca Juga : Jenis Pakan alami dan pemberian pakan ternak belut dengan baik

Cara dan Panduan Pemijahan Induk Belut | ilmuhewan | 4.5