Cara Budidaya Kerang untuk Pemula

By On Sunday, July 9th, 2017 Categories : Ternak Hewan

Cara Ternak dan Budidaya Kerang – Budidaya kerang memang tidak selamanya susah, akan tetapi perlu beberapa cara khusus untuk melakukan budidaya tersebut.

Salah satu budidaya yang akan dibahas kali ini yaitu budidaya kerang hijau. Kerang hijau (dengan nama latin Perna viridis) adalah salah satu jenis kerang yang cukup digemari oleh masyarakat, memiliki nilai ekonomis serta kandungan gizi yang sangat baik jika dikonsumsi.

Kerang hijau ini memiliki beberapa kandungan gizi yang terdiri dari 40,8 % air, 21,9 % protein, 18,5 % karbohidrat, 14,5 % lemak, dan 4,3 % abu sehingga menjadikan kerang hijau ini sebanding dengan nilai gizi yang dimiliki oleh daging sapi, telur ataupun daging ayam. Sebanyak 100 gram daging kerang hijau ini mengandung kurang lebih 100 kalori.

Hewan kerang hijau ini mempunyai alat kelamin yang terpisah (diocious) dan memiliki sifat ovipora yaitu mempunyai sel telur dan sperma yang berjumlah banyak serta bentuknya mikroskopik.

Induk daripada kerang hijau yang telah matang kelaminnya akan mengeluarkan sperma dan sel telur ke dalam air sehingga jadi bercampur dan kemudian akan terjadi pembuahan.

Telur yang sudah dibuahi tersebut setelah 24 jam kemudian akan menetas dan tumbuh serta berkembang menjadi larva lalu menjadi spat atau benih yang bersifat planktonic sampai berumur 15-20 hari kemudian benih/spat tersebut menempel pada substrat lalu kemudian akan menjadi kerang hijau dewasa (induk) dalam waktu setelah 5 – 6 bulan.

Berikut beberapa cara dan hal-hal penting yang berkaitan dengan budidaya kerang bagi para pemula :

Lokasi yang menjadi kawasan pengembangan budidaya kerang hijau diharapkan memenuhi persyaratan :

  • Lokasi harus terlindung dari arus kencang
  • Lokasi juga harus terhindar dari fluktuasi kadar garam yang tinggi
  • Dasar perairan lumpur berpasir serta jauh dari pengaruh sungai besar
  • Lokasinya terdapat banyak benih kerang hijau
  • Perairan untuk pengembangan budidaya harus subur (unsur hara dan zat makanan) serta bebas dari pencemaran limbah industry, contohnya adalah logam berat seperti Tembaga (Cu), Seng (Zn), Merkuri (Hg), Timah Hitam (Pb) dan Cadmium (Cd) serta air raksa (Hg) dan bebas dari pencemaran limbah rumah tangga seperti limbah organik yang dapat menyebabkan kritis oksigen terlarut serta mengandung banyak bakteri patogen seperti Eschericia coli, Salmonella, Clostridium dan Shigella.

Pengumpulan Benih/Spat

Pengumpulan benih/spat bisa menggunakan tali kolektor yang terbuat dari serabut kelapa, tali pintalan ijuk serta tali polyethylene.

Tali kolektor yang sudah dibuat tadi dapat kalian gantungkan di perairan yang banyak terdapat benih kerang hijau. Secara alamiah, benih-benih kerang hijau tersebut akan menempel pada tali kolektor dan lalu dipindahkan ke wadah untuk pembudidayaan.

Terdapat 4 Metode Budidaya

Ada empat buah metode untuk budidaya kerang hijau yang mungkin telah dikenal masyarakat, yaitu :

  • Tancap
  • Rakit Tancap
  • Rakit Apung
  • Longline/Rawai

Kali ini hanya akan dijelaskan mengenai metode rakit tancap. Metode ini merupakan kombinasi antara metoda tancap dengan rakit apung.

Ambil sebuah bambu, kemudian tancapkan bambu tersebut pada dasar perairan dengan kokoh. Penempatan rakit tersebut harus memperhitungkan tinggi rendahnya pasang surut agar dapat menghindari rakit dari kekeringan. Ukuran rakit yang dibuat tergantung kebiasaan lokasi, untuk 6 x 15 m, kebutuhan material.

Tali kolektor (tali pembesaran) bisa kalian tempatkan pada rakit tancap dengan jarak tiap tali lebih kurang 1 m. Produksi untuk kerang hijau ini yang dapat diperoleh selama pembesaran 5 – 6 bulan untuk satu tali berkisar antara 20 – 25 kg sehingga produksi total dalam 1 rakit tancap dapat mencapai 9.000 -10.000 kg.

Loading...
Cara Budidaya Kerang untuk Pemula | ilmuhewan | 4.5