Cara Budidaya Jamur Tiram Putih terbukti Menghasilkan

By On Thursday, December 19th, 2019 Categories : Biologi

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih – Saat ini budidaya Jarum Tiram sangat pas dilakukan pada daerah – daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Investasi yang diperlukan dalam hal ini adalah cukup murah dan dapat anda lakukan secara bertahap. Meskupun terbilang mudah bagi pemula, ada juga bagian tersulit antara lain membuat ‘baglog’ yaitu media tanam yang telah ‘dinokulaikan’ dengan bibit jamur bersangkutan.

Seperti diketahui bahwa nama latin dari jamur tiram adalah ‘pleurotus ostreatus’ yang termasuk ke dalam kelompok ‘basidiomycota’ yang disebut juga dengan jamur tiram karena memiliki bentuk tajuk menyerupai kulit tiram yang cantik. Memiliki warna putih berbentuk setengah lingkaran maka di alam bebas jamur tiram putih bisa dengan mudah dijumpai pada batang – batang kekayuan yang sudah mulai dalam kondisi lapuk. Mungkin karena inilah maka jamur tiram disebut juga dengan nama jamur kayu.

Dikenal ada dua aktivitas utama dalam membudidayakan jamur tiram antara lain tahap pertama adalah menyiapkan dan membuat media tanam untuk ‘menginokulasikan’ bibit – bibit jamur ke dalam media tanam bersangkutan. Sehingga selanjutnya nanti media akan ditumbuhi ‘mesellium’ berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan misellium tersebut menjadi badan buah. Bagi para pendatang baru, biasanya untuk memulai kegiatan cara budidaya jamur tiram putih adalah bisa dimulai dengan kegiatan membudidayakan dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sedangkan pengadaannya itu sendiri, baglog yang sudah siap tumbuh di dapat dengan membeli dari pihak lainnya yang menyediakan. Untuk selanjutnya setelah usaha budidaya berkembang dalam volume yang besar maka barulah mencoba membuat baglog sendiri.

Tahapan Menyiapkan Kumbung

Yang dimaksud dengan ‘kumbung’ atau rumah jamur adalah sebuah tempat guna merawat baglog dan membantu menumbuhkan jamur. Kumbung rata – rata berbentuk sebuah bangunan yang berisikan rak – rak guna meletakkan baglog dimana bangunan tersebut haruslah mempunyai kemampuan untuk menjaga suhu dan tingkat kelembaban. Kumbung terbuat dari bambu dan kayu. Dinding kumbung terbuat dari bambu atau kayu yang mana dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap, dan hindari menggunakan atap asbes atau seng karena atap tersebut akan memicu munculnya aura panas dari udara di sekitar. Untuk bagian lainnya sebaiknya tidak memakai plester sehingga air yang digunakan untuk menyiram jamur dapat meresap dengan sempurna.

Kumbung yang sudah disiapkan selanjutnya dilengkapi dengan rak – rak berupa kisi – kisi yang dibuat bertingkat – tingkat. Rak yang dimaksud berfungsi untuk menyusun baglog yang mana rangka rak bisa dibuat dari kayu dan bambu. Rak diletakkan berjajar antara rak satu dengan yang lainnya terpisahkan oleh lorong untuk perawatan. Ketinggian ruang antar rak diukur sekitar 40 Cm, rak dapat dibuat 2 s/d 3 tingkat dengan lebar rak 40 Cm dan panjang masing – masing ruas rak 1 M. Masing – masing ruas rak sebesar ukuran bersangkutan bisa memuat sekitar 70 s/d 80 baglog Kebutuhan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Baglog sebelum dimasukkan ke dalam kumbung disarankan untuk melakukan persiapan tersebut di bawah ini : kumbung dibersihkan dan rak – rak untuk menyimpan baglog dari kotoran, lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan mengaplikasikan fungisida di bagian dalam kumbung, diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung. Setelah menghilangkan bau obat maka masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan . Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.

Tahapan Menyiapkan Baglog

Yang dimaksud dengan baglog adalah media tanam tempat untuk meletakkan bibit Jamur Tiram, dimana bahan utama baglog adalah serbuk gergaji karena jamur yang satu ini termasuk ke dalam Jamur Kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Di lubang – lubang inilah Jamur Tiram akan tumbuh menyembul keluar. Baglog yang dimaksud biasanya dibuat sendiri oleh petani dalam usaha budidaya Jamur Tiram skala besar. Tetapi untuk petani pemula dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.

Sekarang baglog Jamur Timur yang berbobot sekitar 1 Kg dijual dengan harga Rp. 2.000 s/d Rp. 2.500.

Baca Juga :

Tahapan Merawat Baglog

Ada 2 cara dalam menyusun baglog dalam rak yaitu dengan cara diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke bagian atas dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping. Kedua cara ini mempunyai kelebihan masing – masing dimana baglog secara horizontal lebih aman dari siraman air dan apabila penyiraman dilakukan secara berlebihan maka air tidak akan masuk ke dalam baglog. Juga hal ini perlu mendapat perhatian lebih untuk melakukan pemanenan lebih mudah hanya saja penyusunan horizontal lebih banyak menyita ruang.

Berikut adalah cara – cara untuk melakukan perawatan budidaya Jamur Tiram adalah sebagai berikut :

  • Sebelum baglog disusun, terlebih dahulu buka cincin dan kertas penutup baglog. Untu selanjutnya didiamkan sekitar 5 hari dan perhatikan kondisi lantai apabila terbuat dari tanah maka lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
  • Selanjutnya potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan menjadi lebih lebar dan biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
  • Penyiraman dilakukan dengan memakai ‘sprayer’ disarankan membentuk kabut dan bukan tetesan – tetesan air. Semakin sempurna pengabutan maka semakin baik, dimana frekuensi penyiraman dilakukan 2 s/d 3 kali dalam sehari tergantung dari suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu di dalam ruang kisaran 16 s/d 24 derajat C.

Tahapan Panen Budidaya Jamur Tiram

Apabila baglog yang diaplikasikan permukaannya telah tertutup dengan sempurna memakai miselium maka dalam 1 s/d 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah siap untu dipanen. Baglog jamur biasa dipanen sebanyak 5 s/d 8 kali bila perawatannya dilakukan dengan baik. Baglog yang dimaksudkan dalam hal ini adalah memiliki bobot sekitar 1 Kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7 s/d 0,8 Kg. Selanjutnya baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan untuk kompos.

Pemanenan mulai dilakukan terhadap jamur yang sudah mekar dan membesar yaitu mulai terlihat ujung – ujungnya meruncing.

Tetapi pada bagian tudung belum pecah dan warnanya masih putih bersih. Bila masa panen dilewatkan menjadi setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecokelatan dan tudung agak pecah. Dalam kondisi seperti ini maka jamur akan mudah layu dan tidak tahan lama. Sedangkan untuk jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar antara 2 s/d 3 minggu.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang cara budidaya Jamur Tiram Putih, semoga bermanfaat !

Loading...
Loading...
Cara Budidaya Jamur Tiram Putih terbukti Menghasilkan | ilmuhewan | 4.5