Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Cara Budidaya Ikan Bandeng

By On Wednesday, August 10th, 2016 Categories : Perikanan

Ilmuhewan.com – Budidaya Ikan Bandeng – Usaha budidaya bandeng merupakan salah satu yang terbesar yang paling diminati.

Ikan bandeng termasuk tipe ikan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Ikan bandeng mengandung banyak protein yang dibutuhkan oleh tubuh.

Secara prosentase, hampir semua daging ikan bandeng bisa dikonsumsi daripada ikan jenis lain. Ikan bandeng merupakan ikan berjenis herbifora karena memakan lumut sebagai makanan utama.

10

Baca Juga : Cara menjaga kualitas air di dalam kolam

Dalam kerangka budidaya ikan bandeng, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Pengetahuan ini akan membantu para pembudidaya agar menghasilkan ikan bandeng yang sesuai standar nasional.

Ikan bandeng sebenarnya hidupnya berkelompok, dan keunggulan dari ini yaitu kemampuannya dalam berkembangbiak dengan berbagai kondisi air, mulai dari air laut, air payau hingga air tawar.

Persiapan kolam

Untuk budidaya ikan bandeng pertama kali, ada hal yang perlu dipertimangkan yaitu pemilihan tempat. Pemilihan tempat yang tepat bakal berpengaruh pada keberhasilan dalam melakukan budidaya maupun pemanenan hasil tambak.

Untuk tambak yang baru pertama kali akan digunakan untuk budidaya ikan bandeng harus dilakukan pengeringan terlbih dahulu.

Pengeringan dilakukan dengan menguras air dalam tambak kemudian menjemur selama beberapa hari hingga retak-retak.

Jika terdapat lumpur, buanglah lumpur tersebut. Pintu pembuangan air juga harus lebih rendah daripada pintu masuk air.

Pemupukan dasar kolam

Pemberian pupuk pada dasar tambak harus dilakukan ketika kolam masih retak-retak. Pemupukan bertujuan untuk membantu tanah terjaga kesuburannya sehingga lumut yang manjadi makanan pokok ikan bandeng akan tumbuh dengan subur.

Gunakan pupuk yang bersifat organic bukan yang anorganik. Pupuk organic akan memberikan hasil yang lebih lama dari pada pupuk anorganik.

Gunakan pupuk kompos dengan perbandingan 1-3 ton untuk perhektar tambak dan berikan kapur kurang lebih 1-2 ton untuk setiap hektar. Kemudian pemberian pupuk bisa dilakukan tiap dua minggu sekali hingga masa panen tiba.

Penebaran benih

Setelah pemberian pupuk sudah selesai, tahap selanjutnya adalah pengisisan air. Isi tambak tersebut dengan tiga kali isi hingga mencapai ketinggian 50 cm, kemudian biarkan selama hampir dua minggu.

Setelah itu, masukkan benih ikan dengan plastiknya, ini berguna agar ikan beradaptasi dengan suhu kolam tersebut sehingga terhindar dari stress.

Setelah dua jam barulah buka plastic tersebut. Penebaran benih ikan bandeng sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Pemberian pakan

Dalam dua minggu pertama setelah benih ditebar, ikan bandeng tidak perlu diberi pakan karena benih bandeng masih memakan lumut yang terdapat di kolam.

Bersamaan dengan hal ini, pemberian pupuk komos diberikan lagi namun dengan cara yang berbeda. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara menaruh dalam karung goni yang dilubangi, hal ini dimaksudkan untuk memicu tumbuhnya lumut dalam tambah sehingga pemberian pakan organic dapat dikurangi. Pemberian pakan buatan baru dapat dilakukan setelah ikan berumur tiga bulan hingga masa panen tiba.

Pemanenan

Tindakan pemanenan ikan bandeng dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu panen selektif atau panen total. Panen selektif dapat dilakukan dengan cara membuang air tambak terlebih dahulu hingga tersisa 70%.

Setelah ketinggian air berkurang, panen selektif dapat dilakukan dengan cara menyisir area tambak menggunakan jaring.

Setelah ikan terkumpul pada satu area, ikan yang berukuran besar kemudian akan diambil sesuai dengan kebutuhan pasar atau konsumsi.

Sedangkan cara pemanenan total tidak mempertimbangkan ukuran besar atau kecilnya suatu ikan. Pemanenan total dapat dilakukan dengan cara menguras air kolm paling tidak air yang tersisa hingga 10%.

Baca Juga : Cara Mudah Budidaya Ikan Red Zebra

Loading...
Cara Budidaya Ikan Bandeng | ilmuhewan | 4.5