Cara Budidaya Dan Ternak Ayam Batik

By On Monday, March 19th, 2018 Categories : Ternak Hewan

Cara Budidaya Dan Ternak Ayam Batik – Cara Budidaya dan ternak ayam batik yang biasa dikenal juga dengan nama ayam sebright, berasal dari Inggris. Orang yang pertama mengenalkannya adalah Sir John Sebright.

Ciri khas ayam hiasa ini terletak pada corak warna dari ayam hias ini yang sangat indah. Terdapat kombinasi warna coklat keemasan menyerupai batik pada bagian bulunya, sehingga sangat menarik untuk dijadikan hewan peliharaan.

Tubuh ayam jenis hias ini terhitung mungil dan tidak begitu jauh dari jenis ayam kate. Tetapi meskipun mungil, namun ayam ini mempunyai produktivitas yang cukup tinggi. Yang perlu diperhatikan bagi para bagi penggemar ayam hias ini adalah mengenai tata cara budi dayanya.

Baca Juga : Ciri Dan Karakteristik Ayam Batik

Cara Membedakan Jenis Kelamin Ayam Batik

Pada ayam batik antara ayam jantan dan betina dapat dibedakan dari pial atau jenggernya dan dari potur tubuhnya yang lebih besar, terutama untuk pejantan.

Sistim Reproduksi Ayam Batik

Ayam jenis batik ini mulai belajar berproduksi pada umur 6 bulanan keatas. Pada umumnya ayam mulai berproduksi pada umur 8 bulanan. Pada awal bertelur biasanya belum bisa ditetaskan. Barulah pada periode bertelur selanjutnya baru ditetaskan. Namun hal ini kadang tidak berlaku untuk sebagian ayam

Ayam batik betina karena mempunyai postur yang mungil, umumnya akan kesulitan saat melakukan penetrasi dengan pejantan. Terlebih lagi dengan melihat fakta bahwa libido ayam pejantan ini dapat dikatakan cukup besar.

Agar proses pembuahannya mempunyai persentase pembuahan yang cukup besar, maka dapat dilakukan sistim perkawinan bergilir. Yaitu setiap 2-3 hari sekali, ayam pejantan dapat digilir dalam satu kandang kemudian dipindahkan dalam kandang yang lain.

Produktifitas Ayam Batik

Kelebihan ayam batik adalah pada produktivitasnya yang cukup tinggi. Sekali produksi mampu menghasilkan 8-15 butir telur dalam sekali periode bertelur.

Periode bertelur per tahun bisa 6-7 kali setahun. Hal itu bisa menjadikan ayam ini sebagai petelur baik untuk konsumsi maupun untuk produksi anakan.

Jika ayam batik hanya bertugas bertelur tanpa harus mengerami dan mengasuh anak-anaknya, maka prosentase bertelurnya akan lebih sering lagi.

Untuk itu jika ingin memaksimalkan produktivitasnya, tempatkan induk ayam batik yang sudah dibuahi dalam kandang baterai. Setelah selesai bertelur dalam satu periode maka dapat di kembalikan ke dalam kandang umbaran bersama pejantanya. Dalam hal ini peternak bisa mengamati tanda-tanda ayam yang telah dikawini saat memasuki masa bertelur.

Jika ingin tetap mengerami dan menetaskan menggunakan indukan jenis ayam batik, maka perlu membatasi jumlah telur yang dierami.

Karena postur tubuh ayam ini yang mungil, sehingga tidak bisa mengerami telur dalam jumlah banyak sekaligus. Akan dikhawatirkan tidak dapat cukup menghangat semua telur yang dierami tersebut sekaligus.

Jadi jika produksi telur cukup banyak, telur yang dihaslkan sebaiknya dititipkan pada indukan lain atau dimasukkan pada mesin penetas. Sebaiknya indukan ayam batik cukup mengerami 5-8 butir saja.

Makanan Ayam Batik

Ayam batik yang sedang bertelur membutuhkan asupan makanan seperti

  • Jagung giling,
  • Tepung ikan,
  • Ampas kedelai
  • Bekatul

Makanan berjkualitas tersebut akan membatu ayam batik dapat menghasilkan telur yang berkualitas. Makanan tersebut bisa kita buat sendiri atau dapat dibeli di toko pakan ternak yang menyediakan pakan untuk ayam petelur.

Dengan pakan yang berkualitas dan mengandung protein tinggi maka cangkang telur tidak mudah retak serta kuning telur berwarna orange.

Demikianlah sedikit ulasan tentang cara budidaya dan ternak ayam batik yang cukup popular belakangan ini dikalangan para pecinta ayam hias.

Selamat mencoba…!

Baca Juga : Ayam Sebright atau Batik, ayam elit dari Inggris

Loading...
Loading...
Cara Budidaya Dan Ternak Ayam Batik | ilmuhewan | 4.5