Cara Budidaya Ayam Pelung

By On Tuesday, August 29th, 2017 Categories : Ternak Hewan

Cara Budidaya Ayam Pelung – Suka beternak ayam? Tentunya bagi sebagian peternak dan penggiat bisnis tetrnak ayam, budidaya ayam merupakan saalah satu jenis bisnis yang mengasyikan.

Selain bisa diambil telur dan dagingnya, ayam dengan jenis ayam hias pasti bisa diikutsertakan ke lomba atau ajang kontes yang bergengsi, untuk meningkatkan popularitas dan pastinya harga ayam.

Banyak jenis ayam hias yang ada di Indonesia. Buat para penggiat bisnis ternak ayam, pasti kenal ayam  yang satu ini. Ayam pelung, merupakan ayam yang berasal dari daerah Cianjur, Jawa Barat.

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Alternatif Untuk Ayam Petelur

Ayam Pelung ini terkenal dengan suaranya yang merdu dan kokoknya yang keras.

Di Jawa Barat sendiri ayam Pelung cukup terkenal dan banyak dipelihara untuk dilombakan suaranya, ataupun diadu. Berikut ciri-ciri ayam Pelung.

  1. Ayam Pelung memiliki postur tubuh yang cukup besar, tinggi tegap dengan berat badan mencapai 5 kilogram. Dadanya tegap.
  2. Sayapnya cukup kokoh, dengan bulu yang lebat dan warna yang mengkilap. Panjang tubuhnya mencapai 60 cm.
  3. Bentuk kepalanya bundar, dengan jengger yang besar di bagian kepala dan dan berwarna merah pekat.
  4. Leher yang besar juga menjadi salah satu keunikan ayam Pelung, dengan bulu yang lebat.
  5. Kakinya panjang dan kuat, serta kokoh berwarna kebiruan, ataupun warnya keemasan jika sudah mengalami perkawinan campuran.
  6. Dan yang pasti suaranya yang khas merdu dan panjang.

Ayam Pelung sendiri sering dilombakan atau dibuat kontesnya untuk berbagai kategori, sehingga ayam Pelung cukup populer dipelihara di kalangan masyarakat.

Untuk sepasang ayam Pelung bisa dijual mulai dari harga Rp 500.000,- ke atas, yang usianya di atas 3 bulan. Dan kalau sering memangkan kontes harganya bisa jutaan rupiah.

Ayam Pelung sendiri mudah dipelihara, dan sangat cepat untuk dikembangbiakan. Lalu bagaimana tips budidaya ayam Pelung? Berikut tips budidaya ayam Pelung.

  1. Ketika membeli bibit, coba dicheck lebih teliti, apakah spesifikasi sesuai dengan spesifikasi ayam Pelung asli. Banyak bibit ayam pelung yang sudah tidak asli lagi atau mengalami perkawinan silang dengan ayam jawa super. Pada langkah pertama Anda bisa memilih 15-20 ekor bibit ayam Pelung. Pilihlah yang maksimal beru,ur 1,5 bulan.
  2. Ayam Pelung cukup banyak porsi makannya. Karena itu harus diperhatikan jenis pakan yang akan diberikan, bisa memberikan Br yang bermutu. Lalu bisa ditambahkan nasi dan bekatul untuk menghemat. Bisa juga dicampur dengan tepung jagung dan kedelai. Untuk kondisi anakan yang berinduk, induk ayam Pelung akan memberikan kehangatan dengan memberikan sayapnya sebagai tempat berlindung. Untuk kondisi anakan ayam tanpa induk, bisa juga dengan menaruh inkubator.
  3. Kondisi kandang ayam Pelung harus bersih, dan sering dibersihkan secara rutin, agar menghindari berbagai jenis penyakit pada burung dan ayam. Minuman ayam Pelung harus sering diganti airnya, dan dibersihkan agar tidak berlumut.
  4. Untuk mencari bibit unggulan, bisa mengawinkan ayam Pelung dengan rasio jantan betina 1:5 atau 1:8. Ukurna jantan lebih berat dibandingkan betina. Nah supaya suaranya bagus jangan lupa diberi tambahan vitamin, atau campuran mentega, pisang ambon dan madu. Untuk stamina bisa diberikan kerang yang kaya protein. Lalu, untuk ayam jantan yang akan dilombakan, jangan disatukan dengan betina, karena akan sering kawin, dan ayam Pelung yang sering kawin mudah rontok bulunya.

Itu tadi tips dan cara budidaya ayam Pelung.

Baca Juga : Cara Ternak dan Memelihara Ayam Petelur Untuk Pemula

Loading...
Loading...
Cara Budidaya Ayam Pelung | ilmuhewan | 4.5