Anatomi Sistem Ambing Pada Sapi

By On Wednesday, July 4th, 2018 Categories : Produksi

Anatomi Sistem Ambing Pada Sapi – Ambing pada sapi terbagi menjadi 4 bagian dengan bagian kiri dan kanan yang terpisah. Bagian kiri dan kanan dipisahkan oleh sebuah lapisan tipis yang disebut dengan sulcus intermammaria.

Untuk batasan bagian depan dan belakang kurang dapat dilihat. Ambing pada ternak seharusnya melekat kuat pada dinding perut dengan bagian deoan yang agak membesar dibandingkan bagian belakangnya, dasar ambing juga seharusnya tampak rata.

Ambing akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan sapi, jadi berat dan ukuran ambing pada sapi tergantung oleh umur, masa laktasi, dan banyaknya jumlah susu pada ambing.

Anatomi Sistem Ambing Pada Sapi

Anatomi Sistem Ambing Pada Sapi

Baca Juga : Pengertian dan Penyebab Radang Ambing Pada Sapi

Secara umum berat ambing berkisar antara 11,35 hingga 27 kg, berat ini belum termasuk dengan jumlah susu. Batas perkembangan ambing hingga sapi mencapai umur 6 tahun.

Produksi ambing terbesar biasanya pada masa laktasi kedua dan ketiga. Bagian depan ambing mampu memproduksi lebih banyak dibandingkan bagian belakangnya yaitu sebesar 60 persen per hari.

Bagian dalam ambing kambing tersusun atas berbagai sistem seperti jaringan penunjang, pembuluh darah, sistem limfa, sistem saraf, dan sistem ambing. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai bagian-bagian dalam dari ambing.

  1. Jaringan penunjang

Jaringan penunjang terdiri atas kulit, ligamen suspensori lateral, dan ligamen suspensori median. Kulit merupakan bagian terluar yang berfungsi untuk menutupi bagian tubuh dan juga melindunginya dari kontak fisik dengan bagian luar yang dapat melukai dan menyebabkan masuknya bakteri ke dalam ambing.

Salah satu jaringan penunjang utama adalah ligamen suspensori lateral, jaringan ini memiliki struktur ysng berserat, tidak lentur, dan membentang dari sepanjang sisi ambing dan ujungnya masuk ke dalam ambing sebagai penopang.

Ligamen suspensori lateral merupakan perluasan otot bagian depan dan belakang ambing.

Jaringan utama selanjutnya adalah ligamen suspensori median yang terletak pada bagian tengah ambing. Jaringan ini memiliki tekstur yang lentur sehingga memungkinkan mabing untuk memperbesar ketika terisi susu.

  1. Sistem pembuluh darah.

Sistem pembuluh darah pada ambing terbagi menjadi dua pembuluh darah yaitu arteri pudenda externa kanan dan arteri pudenda externa kiri. Pembuluh arteri

ini terdapat pada bagian perut dan masuk ke dalam ambing menjadi arteri mammaria yang bercabang lagi menjadi arteri mammaria cranialis dan arteri mammaria caudalis.

  1. Sistem limfatik.

Sistem limfe terdiri dari suatu kelenjar limfe yang menghasilkan cairan bening mirip seperti sel darah hanya saja tidak mengandung sel darah merah.

Cairan limfe akan diteruskan melalui pembuluh limfe. Limfe berfungsi sebagai penghasil imunitas bagi tubuh dan sistem pertahanan terhadap bakteri dan benda asing lainnya.

  1. Sistem saraf.

Sistem saraf terdiri atas dua bagian yaitu sistem saraf afferent ( sensoris) dan sistem saraf efferent ( para simphatis). Fungsinya adalah untuk mengontrol penyediaan darah pada ambing dan juga mengontrol otot-otot polos pada sekitar saluran susu dan otot spinker pada daerah puting.

  1. Sistem ambing.

Sistem saluran ambing terdiri atas alveoli dan berakhir pada saluran puting. Sistem puting terletak setelah saluran keluar. Sistem ambing bercabang menjadi cabang kecil.

Ada sekitar 12 hingga 50 lebih sistem percabangan pada saluran ambing. Percabangan ini, yang telah bercabang beberapa kali, akhirnya bermuara membentuk duktul terminal yang mengalir ke setiap alveolus.

Dalam alveolus terdapat sebuah sel tunggal yaitu sel epitel yang berfungsi untuk mentransfer makanan dari darah dan mengubahnya menjadi susu.

Baca Juga : Cara Memilih Kambing Perah Berkualitas Untuk Usaha Produksi Susu

Loading...
Loading...
Anatomi Sistem Ambing Pada Sapi | ilmuhewan | 4.5