Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Analisis Usaha Ayam Petelur Untuk Pemula

By On Wednesday, October 4th, 2017 Categories : Analisis Usaha

Analisis Usaha Ayam Petelur – Memilih usaha ayam petelur sekarang ini rasanya sangat menguntungkan, apalagi kebutuhan telur makin hari makin meningkat.

Di sisi lain, telur sendiri mengandung banyak kandungan gizi seperti protein yang di butuhkan oleh tubuh manusia, sehingga jika memutuskan memilih usaha Ayam petelur akan menguntungkan.

Masyarakat Indonesia sendiri dapat mengonsumsi telur dengan rata – rata 7,23 kg/ tahun per kapita, yang mana dari data tersebut makin tahun pastinya meningkat.

Berikut ini analisis untuk usaha ayam petelur :  

  • Anda harus menyiapkan modal awal sekitar Rp 15.000.000,- untuk 100 ekor ayam beserta kandang dan pakannya.
  • Untuk pembuatan kandang anda membutuhkan kurang lebih Rp 8.000.000,- , namun biaya ini dapat di tekan dengan memanfaatkan barang – barang bekas seperti kayu bekas.
  • Siapkan 100 ekor ayam pullet atau ayam yang sudah siap untuk bertelur dengan harga sekitar Rp 52.000,- per ekor, maka kurang lebih biaya yang di keluarkan sekitar Rp 5.200.000,- .
  • Setiap 1 ekor ayam per hari membutuhkan 110 gram pakan, sehingga jika di total 100 ekor ayam per hari membutuhkan 11 Kg pakan. Berikut ini rincian dari 11 Kg pakan tersebut :
No. Jenis Pakan Quantity (Kg) Harga (Rp) / Kg Jumlah (Rp)
1. Bekatul 2 1.000,- 2.000,-
2. Konsentrat 3 5.000,- 15.000,-
3. Beras 6 2.500,- 15.000,-
  Jumlah 11   32.000,-

Jadi, total biaya pakan hingga ayam bertelur membutuhkan sekitar Rp 1.000.000,- .

  • Dalam waktu sehari 100 ekor ayam petelur mampu menghasilkan sekitar 6 kg telur, dan harga telur per kilo gram Nya sekitar Rp 12.000,- . Jadi hasil jual telur dalam sehari adalah sekitar Rp 72.000,- . Namun, nominal tersebut belum untung melainkan pendapatan, karena anda harus mengurangi pendapatan tersebut dengan biaya pakan per hari, jika hasilnya lebih maka anda untung, namun jika hasilnya kurang maka anda rugi.
  • Keuntungan dalam sehari pendapatan – biaya pakan è Rp 72.000,- – Rp 32.000,- = Rp 40.000,- . Berarti dalam 1 bulan anda dapat memperoleh Untung Rp 40.000,- x 30 hari = Rp 1.200.000,- .
  • Anda juga dapat menjual kotoran ayam petelur tersebut sebagai pupuk dengan harga Rp 10.000,- per kantong.
  • Masa ayam bertelur atau berproduksi hingga 3 tahun semenjak mereka bertelur pertama kalinya. Sehingga anda dapat menjual ayam yang sudah tidak bertelur atau ayam afkir dengan harga Rp 35.000,- per ekor menjadi ayam pedaging.

Anda juga harus paham, bahwa harga beli dan jual di atas bisa saja berbeda, mengingat setiap tempat atau daerah jual beli memiliki patokan harga masing – masing.

Sebaiknya anda juga harus paham bagaimana cara berternak ayam petelur yang baik selain analisisnya saja, karena cara berternak juga menentukan hasil produksi telur tersebut berkualitas atau tidak.

Untuk lahan peternakan pilihlah lahan yang jauh dari rumah penduduk mengingat kotoran ayam ini sangat bau, namun lokasi lahan ternak mudah di jangkau oleh kendaraan.

Pastikan juga bahwa anda memilih bibit yang memiliki kondisi sehat, tidak cacat, karena ayam petelur atau ayam pedaging ini sangat mudah sakit di bandingkan jenis ayam lainnya, untuk itu perhatikan juga vaksin maupun vitamin di berikan secara teratur hingga kondisi lingkungan kandang yang juga harus bersih guna mencegah terjadinya serangan penyakit.

Loading...
Analisis Usaha Ayam Petelur Untuk Pemula | ilmuhewan | 4.5